Petani diminta Ganti Benih Padi yang Tahan Wereng

Kabar Desa | DiLihat : 736 | Selasa, 4 Juli 2017 09:47
Petani diminta Ganti Benih Padi yang Tahan Wereng

JAKARTA - Petani diminta mengganti benih padi varietas lama dengan varietas unggul baru, untuk mengantisipasi gagal panen akibat serangan hama wereng batang coklat (WBC).

Upaya ini dinilai menjadi solusi setelah tim Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat bersama dengan Dinas Pertanian dan kelompok tani setempat, melakukan survei di seluruh sentra tanaman padi di Majalengka. Survei dilakukan setelah banyak petani di wilayah tersebut gagal panen akibat serangan hama wereng batang coklat.

Kepala BPTP Jawa Barat Liferdi Lukman menyampaikan, hasil survei tersebut menunjukkan tanaman padi di empat kecamatan terserang hama wereng batang coklat dengan luasan kurang dari 7%.

Di Kecamatan Jatiwangi misalnya, serangan hama wereng batang coklat kurang dari 7%. Namun, ada serangan hama tikus pada fase vegetatif mencapai 80%. Pengendalian hama tikus terkendala karena tidak memperoleh izin dari pihak pengelola tol, sementara tikus banyak bersarang di pinggir jalan tol. Akibatnya, produksi padi menurun dengan hasil panen rata-rata 1 ton per ha.

Di lokasi lain, sekitar 5 ha tanaman padi di Kecamatan Sumberjaya terkena hama wereng batang coklat. Di Kecamatan Ligung terdapat 45 ha tanaman padi yang terkena hama wereng batang coklat. Beruntung, petani di wilayah ini ikut program asuransi padi untuk antisipasi jika terjadi gagal panen.

Di Kecamatan Jatitujuh, tanaman padi seluas 2 ha terkena hama Kerdil rumput.

"Solusi untuk penanggulangan hama wereng batang coklat dapat dilakukan dengan pergantian varietas lama dengan Varietas Unggul Baru (VUB)," tuturnya melalui keterangan resmi pada Sabtu (1/7).

Varietas Unggul Baru diantaranya, Inpari 31 dan Inpari 33 yang tahan terhadap wereng batang coklat. Liferdi menyebut varietas baru Inpari 32 aman dari serangan, meskipun di beberapa titik ditemukan wereng batang coklat. Namun, ini tidak berdampak terhadap tampilan tanaman dan produksi.

Sementara, dari tiga varietas yang ada di Majalengka, Varietas Ciherang merupakan varietas yang terbanyak dan terparah akibat serangan wereng batang coklat.

Saat ini, benih varietas unggul baru Inpari 32 sedang diproduksi di lahan seluas 5 ha di Desa Jatitengah, Majalengka, dan akan panen pada Rabu (5/7) besok.

Di lokasi yang sama juga terdapat display varietas unggul baru, yakni Varietas Inpari 38, 39, 41, 42, dan 43. Semua varietas ini tidak ada yang terserang wereng batang coklat.

"Beberapa VUB ini di samping mempunyai potensi produksi tinggi juga tahan terhadap penyakit blast dan kekeringan," katanya.

Sedangkan untuk mengatasi hama tikus, Dinas Pertanian akan memelihara burung hantu, mengikuti Kecamatan Ujung Jaya Sumedang yang sudah berhasil mengatasi hama tikus tersebut.

bisnis.com