KKP Antar 315 Ton Produk Perikanan Balikpapan ke Pasar Dunia

Ekonomi | DiLihat : 212 | Sabtu, 09 April 2022 | 10:21
KKP Antar 315 Ton Produk Perikanan Balikpapan ke Pasar Dunia

BALIKPAPAN - Geliat ekspor perikanan dari Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, menunjukkan tren positif. Merujuk data base sistem pelayanan permohonan pemeriksaan karantina ikan online (Sister Karoline), Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Balikpapan mencatat penerbitan 181 health certificate (HC) selama Maret 2022.

 

"Tentu ini sesuatu yang patut kita apresiasi, karena ini menunjukkan sektor perikanan di Balikpapan terus bergeliat," kata Kepala BKIPM Balikpapan, Eko Sulistyanto di kantornya, Jumat (8/4/2022).

 

Eko menambahkan, dari sekian HC tersebut, volume produk yang diekspor mencapai 315 ton. Dia pun merinci udang windu, kepiting, udang pink, udang putih dan bawal putih sebagai komoditas dominan ekspor dari Balikpapan. 

 

Produk-produk ini kemudian dikirim ke sejumlah negara tujuan ekspor meliputi Tiongkok, Hongkong, Jepang, Malaysia, Singapura, Taiwan, Inggris Raya, dan Amerika Serikat. "Alhamdulillah, produk-produk dari Balikpapan menjangkau bukan hanya pasar Asia, tapi juga Eropa dan Amerika," ujar Eko.

Dalam kesempatan ini, Eko menegaskan, sebagai lembaga yang bertugas terkait quality assurance, BKIPM Balikpapan menyediakan layanan sertifikasi kesehatan ikan dan produk perikanan untuk tujuan pengiriman domestik dan ke luar negeri. 

Selain itu, juga terdapat layanan uji laboratorium serta sertifikasi instalasi karantina ikan (IKI) hingga Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) serta CPIB dan HACCP. Dan tahun ini, BKIPM menargetkan penerbitan 10.000 sertifikat CPIB dalam rangka mendukung KKP Accelerate 2022.

"CPIB jadi pintu masuk untuk memperoleh HACCP, atau dengan CPIB, satu langkah unit pengolah ikan (UPI) sudah di pasar ekspor," katanya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta jajarannya untuk terus meningkatkan ekspor. Salah satu caranya dengan rutin melakukan pembinaan kepada pelaku usaha mulai dari hulu sampai hilir guna memastikan produk yang dihasilkan terjamin mutu dan kualitasnya.

Menurut Menteri Trenggono, jaminan mutu ini penting sebagai upaya meningkatkan kepercayaan pasar dunia terhadap produk perikanan Indonesia.