Usulan Pertanian Menjadi Prioritas Reses DPRD Bojonegoro

Kabar Desa | DiLihat : 177 | Rabu, 19 Januari 2022 | 09:30
Usulan Pertanian Menjadi Prioritas Reses DPRD Bojonegoro

BOJONEGORO - BANYAK harapan dan usulan akan disampaikan saat reses anggota DPRD. Namun, beberapa masyarakat tetap berharap pertanian menjadi usulan penting. Hal itu wajar karena masih banyak masyarakat Bojonegoro bergantung ekonominya dari sektor pertanian.

Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Bojonegoro Rohmad Gozhali Dwiyanto mengaku sering mendapat keluhan dari petani terkait harga gabah yang anjlok saat panen raya tiba. Momentum reses perlu menyerap aspirasi dan merealisasikan kebutuhan petani. 

“Warga desa rerata adalah petani, mereka butuh kebijakan mengatasi harga gabah yang anjlok saat panen,” katanya kemarin (18/1)

Menurut Gozhali, berharap tindak lanjut tepat terkait rencana pembentukan badan usaha milik daerah (BUMD) mengatasi permasalahan pangan. Sebab, petani di desa sudah banyak yang menunggu. “Sehingga saat panen tiba mereka tidak waswas menanggung kerugian,” tuturnya.

Ketua Persatuan Peranggkat Desa Indonesia (PPDI) Soedjoko juga mengungkapkan hal sama terkait permasalahan perlu menjadi atensi DPRD saat reses yakni pertanian. Rerata desa menggandalkan sektor pertanian sebagai penopang keluarga. 

“Petani desa butuh kebijakan mampu mengatasi harga yang anjlok saat panen,” jelasnya.

Soedjoko mengatakan, DPRD perlu mempertegas rencana BUMD Pangan supaya segera terealisasi. Sehingga petani saat panen tidak menanggung kerugian. Selain itu kebutuhan pupuk subsidi bagi petani semakin berkurang. “Hal itu harus ditampung dalam reses, karena masih banyak petani membeli pupuk nonsubsidi,’ jelasnya.

Terkait program kartu petani mandiri (KPM), menurut Soedjoko, perlu diperbanyak lagi. Sebab, jumlah terwadahi masih belum mencukupi dibanding jumlah petani. “DPRD mempunyai kewenangan membentuk undang-undang dan menyalurkan aspirasi kepada pemda lebih memperhatikan kebutuhan paling urgen bagi petani desa,” jelasnya. (radar bojonegoro)