KKP Siapkan SDM Terampil untuk Dongkrak Budidaya Ikan Air Tawar di Papua

Peluang Usaha | DiLihat : 50 | Rabu, 17 November 2021 | 11:21
KKP Siapkan SDM Terampil untuk Dongkrak Budidaya Ikan Air Tawar di Papua

Ketua Yayasan PMI Rini S Modouw (kiri), Ketua Pemuda Adat Papua Jan Christian Arebo (dua kiri) dan Max Abner Ohee (kanan) saat menebar bibit ikan mujair di keramba apung di Danau Sentani, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (17/10/2020) sore. (ANTARA / Alfian Rumagit)


JAKARTA - Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) terus berupaya menciptakan sumber daya manusia (SDM) terampil di sektor kelautan dan perikanan guna mendukung program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Guna mewujudkannya, BRSDM melalui Pusat Pelatihan dan Penyuluhan KP (Puslatluh KP) dan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon, bersinergi dengan Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Provinsi Papua, Sulaeman L. Hamzah, menyelenggarakan Pelatihan (Aspirasi) Budidaya Ikan Air Tawar di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, pada 16-17 November 2021.

Dalam arahannya, Plt. Kepala BRSDM, Kusdiantoro, menegaskan bahwa dalam mewujudkan tiga program prioritas KKP yang digaungkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono tak lepas dari peran serta SDM kelautan dan perikanan yang tangguh dan kompeten, di mana pelaksanaan pelatihan merupakan bagian dari upaya penyediaan SDM tersebut.

 "Papua memiliki potensi yang baik untuk pengembangan budidaya air tawar. Diketahui bahwa 80 persen rumah makan di Jayapura banyak menawarkan ikan air tawar. Pelaksanaan pelatihan budidaya air tawar kepada masyarakat juga dilaksanakan karena adanya permintaan yang tinggi akan ikan air tawar, seperti mujair, nila dan lele di Jayapura. Hal ini tentu menjadi sebuah peluang usaha bagi masyarakat setempat sehingga perlu ditunjang dengan pelatihan dan sarana budidaya sehingga dapat memaksimalkan keterampilan dan pengetahuan para pembudidaya," tutur Kusdiantoro. 

"Perkembangan teknologi budidaya, khususnya budidaya air tawar, seperti bioflok, RAS, penggunaan probiotik juga telah mendorong meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam budidaya. Komoditas unggul ikan air tawar hasil pemuliaan, seperti nila Srikandi dan nirwana, mas Mustika, lele mutiara, patin perkasa, gurame BIMA menjadi komoditas perikanan yang dapat dibudidayakan di masyarakat," lanjutnya. 

Melalui pelatihan ini, pihaknya pun berharap agar masyarakat Papua dapat memiliki peluang baru dalam dunia usaha yang dapat menambah penghasilan rumah tangga sehingga dapat memberikan daya dukung yang besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Provinsi Papua, Sulaeman L. Hamzah, juga menerangkan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian ikan endemik Danau Sentani melalui budidaya perikanan. 

Di samping itu, pihaknya juga berharap pelatihan ini dapat meningkatkan hasil budidaya ikan air tawar masyarakat Papua, yang saat ini terkendala kurangnya pakan karena minimnya keahlian, sehingga membuat ikan yang dibudidayakan tumbuh stagnan. "Pelatihan ini harus menjadi solusi pertumbuhan budidaya perikanan air tawar di Papua, sehingga ikan air tawar tidak hanya dapat dinikmati oleh masyarakat yang tinggal dekat Danau Sentani, tetapi juga masyarakat yang berada di pegunungan," ucap Sulaeman. 

Dalam laporannya, Kepala Puslatluh KP, Lilly Aprilia Pregiwati, menuturkan, peserta yang mengikuti pelatihan berjumlah 100 orang yang berasal dari 14 kelompok yang berasal dari Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.

Sebagai informasi, kenaikan produksi budidaya ikan dalam kolam air tawar cukup pesat yaitu berkisar 11 persen setiap tahun. Hal ini menujukkan ada gairah besar di masyarakat untuk mengembangkan usaha budidaya ikan air tawar. Tentunya pertumbuhan produksi ini mengacu pada permintaan pasar yang terus meningkat. Produksi budidaya ikan air tawar dalam kolam didominasi oleh ikan mas, lele, patin, nila dan gurame. Lima jenis ikan tersebut menyumbang lebih dari 80 persen dari total produksi.

Sebelumnya, saat kunjungi Maluku, Oktober 2021, Menteri Trenggono menilai perikanan budidaya merupakan solusi saat hasil penangkapan di alam mulai berkurang. Namun pelaksanaannya harus tetap memerhatikan kelestarian lingkungan, sehingga kegiatan budidaya yang tujuannya menjadi solusi pemenuhan kebutuhan masyarakat akan produk perikanan, tidak mengancam ekosistem perairan di sekitarnya.

 

 



PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Tag Berita

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau