Minggu 30 Agustus, Buku “Jebakan Krisis dan Ketahanan Pangan” Diluncurkan Secara Daring

Inspirasia | DiLihat : 380 | Jumat, 28 Agustus 2020 | 11:32
Minggu 30 Agustus, Buku “Jebakan Krisis dan Ketahanan Pangan” Diluncurkan Secara Daring

JAKARTA – Di tengah situasi sulit dan serba terbatas akibat dampak pandemi yang melanda seantero negeri bahkan dunia, akhirnya buku berjudul “Jebakan Krisis dan Ketahanan Pangan: Sehimpun Saran & Solusi”, diluncurkan

Rencananya, peluncuran buku yang diinisiasi Pandu Tani Indonesia (Patani) ini berlangsung pada Minggu (30/8), pukul 15.00 WIB, secara daring melalui aplikasi zoom meeting yang dipimpin langsung Direktur Utama Patani Sarjan Tahir dari kediamannya di BSD, Tangerang.

Selain diikuti jajaran pengurus Patani Pusat, Kanwil dan Cabang Patani se- Indonesia, zoom meeting ini juga bakal dihadiri sembilan tokoh yang menyumbang tulisannya di buku yang akan diluncurkan.

“Buku ini sebuah ikhtiar untuk mengonsepsikan dengan matang upaya mewujudkan kedaulatan pangan, buah pikir dari para ahli dan tokoh yang berkomitmen dalam isu pangan dan sumber daya alam," kata Direktur Utama Patani Sarjan Tahir, Jumat (28/8/2020).

Sarjan berharap, sehimpun saran dan solusi dalam buku ini nantinya bisa diimplementasikan oleh para pengambil kebijakan dalam menelurkan kebijakan-kebijakan. "Mari kita hadapi kenyataan dengan tindakan dan kerja untuk mewujudkan harapan dan kemakmuran bangsa," ujar Sarjan seraya mengatakan, buku ini juga sebagai kado ulang tahun ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-12 Patani.

Direktur Indofood Paulus Moleonoto menyambut antusias hadirnya buku Jebakan Krisis dan Ketahanan Pangan: Sehimpun Saran & Solusi, yang akan diluncurkan Patani. Bahkan, Paulus mengaku dirinya sampai terkesima saat pertama mendapat informasi, bahwa buku yang digadang-gadang terbit ini benar-benar terbit. 

“Tak banyak organisasi, apalagi organisasi seperti lembaga Pandu Tani ini yang mampu menerbitkan buku. Hadirnya buku ini tentu memberi konstribusi luar biasa bagi negeri, terlebih di tengah pandemi yang melanda negeri,” ujar Paulus dalam obrolannya dengan Dirut Patani Sarjan Tahir, via handphone, Kamis (27/8).

Sementara Pemimpin Redaksi KORAN SINDO dan SINDOnews.com Djaka Susila juga mengapresiasi buku Jebakan Krisis dan Ketahanan Pangan: Sehimpun Saran dan Solusi. Menurut Djaka, ketahanan pangan bukan hanya isu nasional, namun menjadi isu global. Bukan saat ini saja namun sejak seiring bertambahnya penghuni bumi.

“Sumber alam dan manusia yang dimiliki bangsa ini semestinya bisa menjadikan Indonesia bangsa besar, terkhusus dalam hal ketahanan pangan. Buku ini kembali sebagai bukti betapa Indonesia mempunyai kedua hal tersebut. Buku ini memberikan sumbangsih bagi bangsa ini untuk mengelola pangan di Indonesia dengan baik,” tutur Djaka.

Sekadar diketahui, buku Jebakan Krisis dan Ketahanan Pangan: Sehimpun Saran & Solusi, yang disunting Jaelani Ali Muhammad (Kepala Editor Bahasa KORAN SINDO) menjadi spesial karena ditulis di tengah pandemi dan oleh orang-orang luar biasa. Bahkan tiga di antaranya mantan menteri, yakni Prof Dr H Bomer Pasaribu (Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada paruh pertama era pemerintahan Abdurrahman Wahid), Prof Dr Rokhmin Dahuri (Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Gotong Royong), dan Dr Anton Apriyantono (Menteri Pertanian dalam Kabinet Indonesia Bersatu).

Lalu, ada penulis tamu dari kalangan milenial yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), doktor bidang keahlian ilmu perencanaan pembangunan wilayah dan perdesaan Institut Pertanian Bogor (IPB) Harry Santoso, Direktur Indofood Franciscus Welirang, Direktur Utama Perum Bulog 2009-2014 Sutarto Alimoeso, Guru Besar IPB yang juga Rektor Perbanas Institute Prof Hermanto Siregar, dan Ketua Umum Asosiasi Bunga Indonesia (Asbindo) sekaligus Managing Director di East West Seed Glenn Pardede.