Hasil Perikanan Nusantara Turun 5,32 Persen Akibat Pandemi COVID-19

Ekonomi | DiLihat : 210 | Selasa, 11 Agustus 2020 | 14:10
Hasil Perikanan Nusantara Turun 5,32 Persen Akibat Pandemi COVID-19

CIREBON - Hasil perikanan secara nasional mengalami penurunan hingga 5,32 persen selama pandemi COVID-19. Wabah virus corona secara global telah memukul perekonomian dunia.

Perekonomian dunia yang terpuruk berdampak pada kerja sama antara Indonesia dengan negara-negara tujuan ekspor. Sejumlah negara yang terdampak pandemi COVID-19 memberhentikan aktivitas ekonominya hingga komoditas dari Indonesia tidak bisa terjual, salah satunya adalah hasil laut.

Selain itu, kebijakan dalam negeri yang menyesuaikan Pandemi COVID-19 pun turut menurunkan hasil pertanian hingga sebesar 5,32 persen.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP) RI, Zaini mengaku, selama pandemi COVID-19 yang hingga kini masih menunjukkan angka positif hanya pertanian, sementara hasil perikanan secara nasional mengalami penurunan sebesar 5,32 persen.

"Pada kondisi pandemi ini sektor perikanan sangat terpukul, secara nasional minus 5,32 persen. Yang masih positif itu pertanian," katanya, Selasa (11/08/2020).

Zaini melanjutkan, minusnya hasil pertanian selama pandemi COVID-19 disebabkan oleh tertutupnya akses pasar ke luar negeri. Sebab negara-negara tujuan ekspor seperti China, Amerika Serikat, negara-negara di Eropa dan lainnya memberlakukan lockdown.


"Hampir semua akses pasar ke luar negeri terhambat. Sehingga ekspor kita pun terhambat," imbuhnya.
Zaini mencontohkan, Pelabuhan Perikanan Nasional Kejawanan Cirebon pernah mengalami overload di gudang karena hasil perikanannya tidak terserap maksimal.

"Sampai-sampai di Kejawanan ini pernah kekurangan tempat penyimpanan hasil laut," ujarnya.
Selain itu, salah satu kebijakan yang turut andil dalam menurunkan hasil perikanan Nusantara adalah dalam lima tahun terakhir kapal angkut dilarang beroperasi dari satu titik ke titik lainnya.

"Kapal laut ini selama lima tahun terakhir dihabisin, tidak boleh mengangkut ikan dari satu titik ke titik lainnya karena dianggap ilegal. Tapi, Pak Menteri KKP (Edhy Prabowo) kemarin sudah membuat instruksi untuk memperbolehkan selama Pandemi ini tanpa batasan, kapal angkut sebesar apapun beroperasi, tentu dengan penerapan protokol kesehatan dengan ketat dan tidak melanggar hukum," ungkapnya.


kumparan