Buah Impor Turun 14,5 Ribu Ton, Produk Lokal Laris Manis

Ekonomi | DiLihat : 214 | Senin, 10 Agustus 2020 | 21:10
Buah Impor Turun 14,5 Ribu Ton, Produk Lokal Laris Manis

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato melaporkan impor buah pada triwulan I/2020 mengalami penurunan sebanyak 14,5 ribu ton turun sebesar 45% dibandingkan impor di bulan sebelumnya. Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu turun hingga 54%. Sementara dari sisi produksi, buah lokal mengalami tren kenaikan produksi rata-rata dalam empat tahun terakhir sebesar 10,12 persen.

"Kenaikan produksi buah lokal meningkatkan peluang ekspor sekaligus juga substitusi buah impor, mengingat permintaan akan buah lokal juga meningkat sejak pandemi Covid-19, khususnya buah yang dapat meningkatkan imunitas tubuh dan memberikan manfaat kesehatan,” kata Airlangga dalam video virtual, Senin (10/8/2020).

Dia melanjutkam ditengah kontraksi pertumbuhan ekonomi Kuartal II/2020, memang sektor pertanian justru tumbuh mencapai 16,24%, tertinggi di antara sektor terbesar lainnya seperti industri, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Pertumbuhan tersebut menunjukkan ketahanan sektor pertanian dalam masa pandemi Covid-19.

Hal ini tak terlepas oleh beberapa kondisi yaitu sektor pertanian berkaitan dengan kebutuhan pangan, sehingga permintaannya stabil, kegiatan pada sektor pertanian lebih mudah beradaptasi dengan protokol kesehatan dan bertambahnya tenaga kerja yang beralih ke sektor pertanian.

"Saya berharap program ini dapat terus digulirkan dan dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang dapat menjadi momentum kebangkitan buah nusantara dan memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk mencintai produk buah lokal, serta meningkatkan konsumsi buah nusantara dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional," katanya.

Dia pun meluncurkan Gelar Buah Nusantara (GBN) ke-5. Gelaran ini sejalan dengan Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo sejak Mei lalu. Gelar Buah Nusantara ini bertujuan untuk menggali potensi bisnis komoditas buah asli nusantara, mensosialisasikan buah asli nusantara kepada masyarakat konsumen Indonesia dalam rangka mengurangi konsumsi buah impor, sekaligus mendorong peningkatan agribisnis buah asli nusantara.

"Pemerintah mendorong agar buah asli nusantara menjadi pemain utama pasar buah dalam negeri sekaligus guna peningkatan ekspor, agar dapat meningkatkan pendapatan petani," tandasnya.


sindo