PDB Pertanian Tertinggi, Mentan Pastikan Indonesia Merdeka Pangan

Ekonomi | DiLihat : 629 | Rabu, 05 Agustus 2020 | 23:32
PDB Pertanian Tertinggi, Mentan Pastikan Indonesia Merdeka Pangan

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyambut antusias rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II/2020.

PDB pertanian tumbuh 16,24% pada triwulan-II 2020 (q to q) dan bahkan secara year on year (yoy), sektor pertanian tetap berkontribusi positif yakni tumbuh 2,19%. Capaian ini menjadi istimewa di saat pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II/2020 mengalami penurunan sebesar 4,19% (q to q) dan secara yoy turun 5,32%.

“Terima kasih pada Petani Indonesia…!!! Puji syukur alhamdulillah, ini semua berkat kerja keras tanpa henti di tengah pandemik. Bekerja tulus untuk memenuhi makan 267 juta rakyat Indonesia,” kata Syahrul dalam pesan daringnya yang diterima Desamodern.com.

“Terima kasih semua, dan tetaplah bekerja ikhlas. Kita pastikan negeri ini merdeka pangan. Ridho Allah bersama kita. Pertanian maju, mandiri, dan modern!,” seru Syahrul.

Selain sektor pertanian, sektor lain yang mencatatkan pertumbuhan positif, yakni informasi dan komunikasi sebesar 3,44%, dan pengadaan air 1,28%. Pertumbuhan PDB sektor pertanian bisa mencapai 2,19% yoy pada kuartal II/2020 tersebut karena ditopang subsektor tanaman pangan yang tumbuh paling tinggi yakni sebesar 9,23%.

Kepala BPS Suhariyanto mengemukakan, bahwa secara umum struktur PDB Indonesia pada kuartal kedua tidak banyak berubah. Sekitar 65 persen perekonomian disebutnya dipengaruhi oleh lima sektor utama yaitu industri, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Dari kelima sektor penopang ini, hanya pertanian yang tumbuh positif.

“Oleh karena itu, pergerakan lima sektor ini akan sangat berpengaruh terhadap perekonomia Indonesia. Tapi sayangnya hanya pertanian yang tumbuh dan empat lainnya terkontraksi,” kata Suhariyanto dalam keterangan pers virtual, Rabu (5/8/2020).

Dibandingkan dengan kuartal I 2020, sektor pertanian tercatat tumbuh sebesar 16,24 persen. Suhariyanto menjelaskan bahwa pertumbuhan sektor ini banyak dipengaruhi oleh pergeseran masa panen raya tanaman pangan yang tahun lalu jatuh pada Maret menjadi April dan Mei, pada 2020 ini.

Sementara itu, lapangan usaha transportasi dan pergudangan terkontraksi paling dalam sebesar 29,22 persen, industri 6,49 persen, perdagangan 6,71 persen, konstruksi 7,37 persen, dan pertambangan 3,75 persen.

Diretur Utama Pandu Tani Indonesia (Patani) Sarjan Tahir menilai, capaian PDB sektor pertanian yang tetap melesat dibanding sektor lainnya di tengah pandemi, tak lepas dari upaya nyata pemerintah yang terus menerus memberi bantuan dan pendampingan kepada petani. Apalagi, Kementan di bawah pimpinan Syahrul Yasin Limpo terus bergerak mendorong produksi yang cukup dan berkualitas.

Dalam peningkatan produksi, Kementan melakukan beberapa upaya salah satunya dengan mendorong para petani untuk menggunakan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) dan pengembangan pertanian berbasis korporasi dan klister, termasuk menyediakan asuransi kepada petani yang lahan pertaniannya rusak akibat terkena bencana, terutama banjir.

“Pandemi Covid-19 justru makin memacu Kementerian Pertanian gencar menjalankan program dan kebijakan serta memberikan bantuan yang berorientasi pada kesejahteraan petani. Dan terbukti, semua formula yang dilakukan membuahkan hasil positif. Semoga pemerintah melalui Kementan bisa meningkatkan tren positif ini, petani lebih sejahtera, dan ketahanan pangan terwujud di tengah krisis akibat pandemi,” pungkas Sarjan. one