Masih Kuat Nanjak, Harga CPO Tembus Rekor Tertinggi 5 Bulan

Ekonomi | DiLihat : 221 | Selasa, 04 Agustus 2020 | 19:25
Masih Kuat Nanjak, Harga CPO Tembus Rekor Tertinggi 5 Bulan

JAKARTA - Harga minyak sawit mentah (CPO) Negeri Jiran melesat tinggi hari ini, Selasa (4/7/2020). Kenaikan harga minyak nabati lain serta data ekspor Malaysia yang bagus turut mendongkrak harga.

Pada 11.29 WIB, harga CPO untuk kontrak pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatif Exchange menguat 1,72% ke RM 2.778/ton. Harga hari ini merupakan level tertinggi selama lima bulan terakhir.

Perusahaan surveyor kargo Intertek Testing Services (ITS) melaporkan ekspor minyak sawit Malaysia naik 5,8% bulan ini jika dibandingkan bulan Juni. Ekspor minyak sawit mencapai 1,72 juta ton di bulan Juli, sementara pada Juni ekspor hanya 1,62 juta ton.

Pendongkrak utama ekspor Negeri Jiran adalah kenaikan ekspor CPO. Pada bulan Juni ekspor CPO tercatat mencapai 389.107 ton. Bulan ini, ekspor naik menjadi 552.230 ton. Ada kenaikan 41,9% secara bulanan.

Untuk produk turunan minyak sawit cenderung mengalami penurunan ekspor. Minyak nabati jenis ini paling banyak diekspor ke India dan subkontinennya. Sementara ekspor ke Uni Eropa dan China cenderung turun.

Permintaan terhadap minyak nabati mulai meningkat seiring dengan relaksasi lockdown. Hubungan Malaysia dan India yang membaik serta penetapan bea ekspor nol persen hingga akhir tahun menjadi faktor yang membuat permintaan membaik.

Sentimen positif lainnya datang dari dalam negeri. Indonesia berencana untuk menaikkan konten biodiesel menjadi 40% atau sering dikenal dengan B40.

Keberadaan program ini tentu akan membuat serapan minyak sawit domestik menjadi lebih tinggi sehingga dapat mengimbangi kemungkinan penurunan permintaan ekspor yang pada akhirnya turut membantu kestabilan harga.

Di sisi lain kenaikan harga minyak nabati jenis lain juga menjadi faktor pengerek harga CPO. Harga minyak kedelai di Bursa Komoditas Dalian menguat 0,65%.

cnbc