Wisata Mapay Sawah Jaman Now di Cireunghas Sukabumi, Bikin Betah

Agro Wisata | DiLihat : 404 | Jumat, 24 Juli 2020 | 21:39
Wisata Mapay Sawah Jaman Now di Cireunghas Sukabumi, Bikin Betah

Seorang petani di Kampung Cijurai RT 01/02, Desa Cikurutug, Kecamatan Cireunghas, menyulap sebuah saung di tengah sawah menjadi menarik hanya dengan hiasan kain warna.

    Kini saung tersebut menjadi daya tarik yang bisa menjadi pilihan warga Sukabumi untuk berwisata. Tempat ini diberi nama Argo Wisata Minapadi Sawah Lega.

    Di atas lahan 500 meter milik orang tuanya, Deri Setiawan (41 tahun) bersama pemuda setempat mendirikan wisata jembatan serta beberapa saung.

    Deri menceritakan awal mula ide pembuatan tempat wisata bertema argo wisata tersebut. Deri mengatakan, awalnya iseng menghiasi saung di tengah sawah miliknya dengan kain bekas konveksi yang diperoleh dari tetangganya. Kreatifitas menghias saung dengan limbah kain tersebut membuat warga sekitar tertarik. “Awalnya iseng, eh tahu nya warga ikut bantu bikin saung juga,” kata Deri.

    Deri mengungkapkan, proses pembuatan saung-saung itu membutuhkan waktu kurang lebih tiga bulan. Namun, Deri beserta warga setempat baru meresmikan membuka tempat wisata tersebut pada Rabu (12/12/18) lalu. Malah, sebenarnya Deri dan warga rencananya membuka tempat wisata tersebut pada tahun baru 2019 mendatang.

    “Baru aja kita selesaikan saung-saungnya, ternyata sudah banyak pengunjung yang datang,” tuturnya.

    Di samping itu, Suherman (32) salah seorang warga yang kini ikut menjadi pengelola argo wisata tersebut mengatakan, adapun jumlah pengunjung pertama sebanyak 50 orang. “Jadi awalnya anak sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) beserta guru-gurunya yang berkunjung ke sini. Lalu hari selanjutnya sekira ratusan orang per harinya mungkim yang berkunjung ke sini,” kata Suherman.

    Suherman menambahkan, adapun fasilitas yang dapat dinikmati di saung-saung tersebut tentunya pengunjung dapat melepas penat dan bersantai dan juga dapat mengambil dokumentasi foto suasana di tempat wisata tersebut.

    “Ada yang botram (makan bersama), ada yang sekedar foto-foto dan ada juga dari rombongan sekolah,” tambah Suherman.

    Pengelola agro wisata lainnya, Najib (38 tahun) menjelaskan, selain sebagai tempat berwisata, pihaknya berinisiatif menyediakan tempat edukasi tentang pertanian pula pada para pengunjung yang datang.

    “Selain karena tempatnya yang menarik anak-anak terutama karena saung nya berwarna, kita mempunya keinginan untuk mengenalkan dunia pertanian kepada para pengunjung,” terang Najib.

    Najib menambahkan, para pengunjung hanya dikenakan tarif Rp 3.000 untuk dapat berkunjung ke tempat wisata tersebut. Selain itu, ke depannya pihaknya akan terus mengembangkan tempat wisata tersebut dari aspek publikasi dan juga fasilitas.

    “Tentu untuk sosial media kita gencarkan, fasilitas juga akan kita tambah, saungnya di tambah, nanti ada tempat kuliner juga,” pungkasnya. (sukabumi update)