Komitmen Green Economy Calon Kepala Daerah Mesti Berwujud Pakta Integritas

Poros Tani | DiLihat : 875 | Jumat, 24 Juli 2020 | 01:08
Komitmen Green Economy Calon Kepala Daerah Mesti Berwujud Pakta Integritas

JAKARTA – Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) agar para calon kepala daerah (cakada) memiliki konsep green economy (ekonomi hijau) dalam visi dan misinya di Pilkada 2020, direspon positif. Tokoh pemuda Sumatera Selatan Muhammad Reza AR bahkan mendesak, agar komitmen ini diwujudkan dalam bentuk pakta integritas.

Pakta integritas ini, kata Reza, sifatnya mengikat dan dijadikan pegangan oleh pihak-pihak terkait, mulai dari partai pengusung cakada sampai konstituen atau masyarakat pemilih nantinya. Dengan pakta integritas ini juga bisa terlihat keberpihakan para cakada terhadap masyarakat kecil seperti petani, nelayan dan pelaku UMKM. Apalagi, nantinya kelompok masyarakat inilah yang akan menjadi konstituen atau sasaran pemilih para cakada dalam memenangkan pertarungan di Pilkada 2020 kelak.

“Seperti halnya pakta integritas antikorupsi yang kerap dilakukan para cakada di Pilkada juga Pilpres yang sudah-sudah, pakta integritas green economy ini juga penting diwujudkan. Green economy ini kan sudah jadi kampanye global, bertujuan meningkatkan kesejahteraan manusia dan kesetaraan sosial, sekaligus mengurangi risiko dampak lingkungan secara signifikan," ujar Reza.

Terpisah, Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengatakan, selama ini pemerintah kota Jambi bersama stake holders dan seluruh lapisan masyarakat yang dipimpinnya sudah menerapkan konsep ekonomi hijau. Dimulai dari tahapan membuat regulasi seperti Perda RTRW, Perwali, SK, instruksi hingga edaran Wali Kota, itu semua berkonsep ekonomi hijau.

Selanjutnya, semua program kegiatan pemerintah maupun swasta di Kota Jambi juga diarahkan untuk menunjang konsep mulia ini, yang notabene merupakan sebuah model pembangunan ekonomi yang berlandaskan pembangunan berkelanjutan. Ekonomi Hijau juga berarti perekonomian yang rendah atau tidak menghasilkan emisi dan polusi lingkungan, hemat sumber daya alam dan berkeadilan sosial.

"Kegiatan usaha dalam hal ini adalah salah satu leading sector dari program ini mendapat perhatian cukup besar, dan dibuktikan dengan banyaknya peraturan terkait hal tersebut (green economy). Para pelaku usaha dan masyarakat tentunya dilibatkan untuk mendukung konsep ini," ujar Syarif yang bakal maju di Pilgub Jambi.

Dirinya pun sangat sepakat dengan pernyataan Ketum Partai Demokrat AHY, yang menyerukan para cakada agar memiliki konsep green economy dalam pencalonannya kelak. Pernyataan AHY juga kembali mengingatkan semua pihak, terutama dirinya selaku kepala daerah untuk senantiasa mengedepankan konsep green economy. "Saya rasa tidak ada alasan para kepala daerah apalagi para cakada untuk tidak melaksanakan konsep green economy. Karena memang konsep ini sudah menjadi isu dunia, dan ini untuk tujuan kebaikan," ujar Syarif.

Seperti diberitakan sebelumnya, pernyataan Ketum Partai Demokrat AHY agar cakada 2020 memiliki konsep green economy dalam visi dan misi pencalonannya, terlontar saat menerima audiensi   Pandu Tani Indonesia (Patani), di Cikeas, Bogor, Selasa (21/7). Dalam audiensi itu, Direktur Utama (Dirut) Patani Sarjan Tahir yang menawarkan gagasan besar itu. Dayung bersambut, gagasan tersebut langsung direspon oleh AHY.

Menurut AHY, Partai Demokat yang pro-petani, nelayan, serta pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) tentunya akan selalu fokus pada perjuangan mulia dari pada gagasan besar ini. Demokrat juga, ujar AHY, dengan senang hati dan siap bersinergi dengan Patani karena memiliki visi dan misi yang sama dalam mewujudkan konsep green economy tersebut. “Konsep ini pun harus digerakkan karena memiliki target peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan. Konsep ini bahkan mampu mengatasi kesenjangan sosial para pelaku UMKM dengan pelaku usaha skala besar,” kata AHY.

Sementara itu, Dirut Patani Sarjan Tahir mengemukakan, konsep ketahanan pangan perlu didorong oleh para cakada di daerahnya masing-masing, yaitu dengan melakukan gerakan green economy sebagai landasannya. Untuk itulah, maka dalam seleksi bakal cakada nanti, Sarjan berharap AHY berkenan menginstruksikan para kandidat calon kepala daerah, terutama dari Partai Demokrat untuk berkomitmen mengusung gagasan besar tersebut.

"Para cakada mesti memberi perhatian yang besar pada usaha petani, nelayan dan UMKM, terutama berupa kebijakan dan anggaran yang besar pada sektor tersebut di daerahnya masing jika terpilih sebagai kepala daerah," kata Sarjan.

Sarjan juga menyampaikan bahwa Patani siap mendukung dengan menyediakan sejumlah program dan fasilitas antara lain Marketplace Pataniku yang sedang proses finalisasi, dan akan menerbitkan buku series mengenai Ketahanan Pangan yang melibatkan pakar, akademisi, praktisi, pelaku pertanian (petani/pengusaha), termasuk para pengurus Patani.

Selanjutnya, Patani juga menghadirkan News Online Desamodern.com, portal berita yang berisi informasi seputar desa, pertanian, perikanan, perkebunan, UMKM, perdagangan, ekonomi, dan lain sebagainya. "Ada juga program berupa kampung patani berbasis komoditi dan kawasan dengan target "Make Farmers Happier" yang diolah oleh tim Patani yang terdiri dari tim tranding & planting, tim kebijakan daerah, tim pelatihan dan riset, tim lahan dan energi terbarukan, serta tim investasi dan ekonomi," pungkas Sarjan. (End)