Pasta bawang dari desa sentra bawang putih ini harus dicoba

Kabar Desa | DiLihat : 558 | Senin, 29 Mei 2017 14:11
Pasta bawang dari desa sentra bawang putih ini harus dicoba

Jawa Tengah - Selama ini Desa Kruwisan dan Desa Petarangan di Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung dikenal sebagai sentra penghasil bawang putih dengan jumlah yang cukup besar.

Di tengah masalah naik turunnya harga yang kerap dikeluhkan, para petani di desa tersebut justru memiliki sebuah inovasi. Yakni menciptakan pasta bumbu bawang putih. Dengan mengubahnya ke dalam bentuk pasta, penggunaan bawang putih untuk keperluan masak-memasak menjadi semakin praktis.

Menurut Kepala Desa Petarangan, Jumarno, untuk membuat pasta bawang putih caranya sangat mudah dan sederhana. Yakni, hanya dengan menyiapkan bahan baku bawang putih sesuai kebutuhan kemudian mengupas kulitnya.

Bawang putih yang telah bersih ini lantas dihaluskan menggunakan blender. Terakhir, bahan yang telah halus itu kemudian dikukus selama beberapa menit hingga matang.

“Setelah itu, kita bisa langsung mengemasnya dan dapat digunakan sewaktu-waktu apabila diperlukan,” jelasnya, kemarin.

Imbuhnya, dengan bentuk pasta siap pakai ini, siapapun yang memerlukan bawang putih untuk memasak, khususnya kaum ibu-ibu, tidak perlu lagi repot-repot mengupas, menumbuk, atau merajang. Tinggal masukkan ke dalam bahan masakan saja, sangat efisien.

Terlebih, dalam proses produksinya, pasta bawang ini tidak menggunakan zat kimia apapun. Sehingga sangat aman untuk kesehatan konsumennya.

“Selain jadi pasta bisa juga dimanfaatkan sebagai bawang putih goreng instan. Manfaatnya sama, yaitu untuk mempermudah memasak di dapur sekaligus menaikkan nilai ekonomis bawang putih yang banyak ditanam petani di desa ini,” tukasnya.

Lanjutnya, kedua ilmu tersebut diperoleh petani berkat adanya pelatihan pengolahan pasca panen bawang yang menjadi program Bank Indonesia (BI) untuk Desa Petarangan dan Kruwisan yang termasuk klaster pembinaan petani bawang putih BI. Di mana seluruh instrukturnya berasal dari gabungan antara Institut Pertanian Bogor (IPB) serta beberapa lembaga lainnya.

Tak hanya pelatihan, petani juga mendapatkan bantuan berupa alat-alat, seperti pengupas bawang, perajang bawang, penggorengan, pengeringan dan alat pengemasan atau siller. Serta benih bawang putih yang telah berlangsung sejak April 2016 silam.

“Kami sangat terbantu dengan adanya program itu. Sehingga para petani bisa meningkatkan kreasi dan harga jual bawang putih produksi lokal,” pungkasnya.

merdeka.com