Petani Harus Berilmu

Kabar Desa | DiLihat : 599 | Rabu, 17 Mei 2017 14:56
Petani Harus Berilmu

Di hari buku nasional ini masih banyak orang-orang kita yang masih belum bisa membaca ataupun buta huruf. Terutama untuk orang desa masih dengan mudah kita bisa jumpai orang-orang tersebut buta huruf. Terutama untuk usia orang tua masih banyak dari mereka yang tidak bisa membaca.

Jangankan kesadaran untuk membaca buku atau yang lain, Kalau huruf saja mereka belum paham. Seperti yang sama-sama kita ketahui membaca adalah jendela ilmu pengetahuan dari ketidak tahuan menjadi tau. Bagaimana mau membangun desa jika membaca saja tidak bisa apa lagi sekarang sudah masuk era digital. Diperlukan lagu upaya yang serius untuk membantu orang-orang di desa yang belum bisa membaca supaya bisa membaca.

Kebanyakan orang yang buta huruf di desa mereka ber profesi sebagai petani ataupun buruh kasar. Petani adalah ujung tombak pembangunan seharusnya sebagai ujung tombak petani tersebut dibekali oleh senjata yang “tajam”. Tajam dalam artiuk dan otak/cara berfikir maupun cara bekerja. Karena dengan begitu sektor pertanian bisa lebih banyak inovasi dan bisa mencegah kemungkinan terburuk dan tentunya bisa diandalkan. Dan yang tidak kalah penting adalah petani kita tidak gampang “digobloki” oleh pengepul atau pemerintah sendiri.

Permasalahan buta huruf terhadap orang yang sudah berumur dalam dunia pertanian tambah pelik lagi dikala generasi muda kita enggan untuk menjadi petani. Generasi muda kita yang bisa baca tulis lebih tertarik merantau ke kota untuk penghidupan dari pada melestarikan tanah kelahirannya. Profesi petani pun bisa disebut juga sebagai Profesi “kepepet” (terpaksa). Coba tanya dari banyak sekian anak muda berapa yang bercita-cita sebagai petani.

Mulai dari sekarang kita harus bisa merubah sedikit demi sedikit image sebagai petani itu “Bodoh & Miskin”. Memang tidak mudah untuk melakukan itu semua tetapi kita tidak bisa merubahhya tanpa mencoba bertindak.  Mencerdaskan petani sebagai langkah awal yang jitu untuk membuat petani semakin tajam. Bisa dimulai dari memberikan belajar membaca dan berhitung terlebih dahulu. Belajar membaca dengan cara para perangkat desa sedianya memberikan guru/pengajar kepada para petani.

Menimbulkan minat baca dengan mendirikan perpustakaan desa, Kalau mau lebih spesifik berikan buku yang bertema dengan pertanian. Selain memeberikan belajar membaca rajin-rajinlah memberikan pelatihan (dengan turun kelapangan). Tidak mustahil menjadikan petani kita itu orang-orang yang berilmu. Kita rubah profesi petani dari ya kepepet menjadi profesi yang didambakan.

Jangan malu untuk belajar, belajar tidak mengenal waktu jangan dengan alasan sudah tua tidak berguna ataupun sudah telat. Setidaknya kalau hanya untuk membaca kita harus mewajibkannya itu semua. Selamat Hari Membaca Nasional.

pic : google

Tim desa modern