Dana Desa Ditunda Rp 50 M

Kabar Desa | DiLihat : 506 | Senin, 8 Mei 2017 13:58
Dana Desa Ditunda Rp 50 M

PROKAL.CO, MALINAU – Untuk menyukseskan Gerakan Desa Membangun (Gerdema) jilid II ditahun 2017  terkait masih adanya beberapa dana yang tertunda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Penelitian dan Pengembangan (Litbang)  Kabupaten Malinau berharap desa bisa tetap melaksanakan program sesuai kemampuan.

Dalam acara rutin Sapa SKPD yang dilangsungkan di ruang Diskominfo Malinau, Kamis (4/5) yang menghadirkan OPD Bappeda dan Litbang Kabupaten Malinau dipertanyakan oleh warga terkait masih adanya dana yang tertunda dan harus mengejar pembangunan yang secara otomatis akan menghambat jalanya program yang sudah ada.

“Terkait masih adanya dana Gerdema desa tahun 2016 yang belum semua terealisasi kapan bisa dicairkan, karena desa sudah banyak mengeluhkanya dan secara garis besar akan banyak program desa yang akan tertunda. Begitu pula ditahun ini 2017 yang renananya pemerintah daerah masih akan menahan sekitar Rp 50 miliar Dana Desa,” tanya Ical, salah satu warga Malinau.

Hal inipun ditanggapi langsung Kepala OPD Bappeda dan Litbang Kabupaten Malinau Drs. Kristian, bahwa benar dengan adanya penundaan yang terjadi diakibatkan adanya pemangkasan anggaran yang mengharuskan berimbas ke sektor-sektor tersebut.

“Dana Gerdema kita akui 2016 ada penundaaan pembayaran, Begitu juga dengan 2017 akan ada penundaaan sebanyak Rp 50 miliar  karena memang ada penurunan potensi pendapatan. Tentunya ini memang sedikit berdampak pada aktifitas di masyarakat khususnya di desa dan  kita harapkan aktifitas masyarakat bisa tetap berjalan karena dana akan tetap diberikan menyesuaikan kondisi keuangan pemerintah daerah.” Jelasnya singkat.

Jika dikaitkan dengan berjalanya program Gerdema dengan 3 program unggulanya yaitu Rt bersih, Wajib Belajar 16 Tahun dan Beras Daerah (Rasda) tentunya akan terhambat karena sektor keuangan desa yang di mana desa sebagai ujung tombak pembangunan Malinau seperti dalam programnya akan mengalami banyak penundaan kegiatan.

sumber : kaltara.prokal.co