Harga Beras Tinggi, Petani Semakin Terjepit

Ekonomi | DiLihat : 675 | Senin, 20 Maret 2017 09:43
Harga Beras Tinggi, Petani Semakin Terjepit

MAJALENGKA, (PR).- Sejumlah petani di Kabupaten Majalengka mengeluhkan terus merosotnya harga gabah kering giling yang saat ini sudah mencapai Rp 420.000 hinga 430.000 per kuintal sedangkan harga beras kini berkisar Rp 8.000 hingga Rp 10.000 per kilogram.

Harga diprediksi masih akan terus merosot karena musim panen diseju lah wilayah masih terus berlangsung terutama di sentra-sentra padi seperti halnya wilayah Kertajati, Jatitujuh, Jatiwangi ataupun Leuwimunding.

Menurut keterangan Ahya salah seorang petani di Cigasong yang baru saja menjual gabahnya pada Minggu 19 Maret 2017 turunnya harga gabah ini mulai terjadi sejak tiga hari yang lalu, karena seminggu sebelumnya harga gabah masih berkisar antara Rp 450.000 hingga Rp 460.000 per kuintal.

“Reuwas tadi ngajual harga mani murah, memehna mah masih keneh Rp 460.000 sakintal (kaget barusan menjual harganya sangat murah, sebelumnya harga masih Rp 460.000 per kuintal),” ujar Ahya.

Padahal menurutnya hampir semua hasil panen petani kini anjok akibat serangan hama, sehingga hargapun biasanya tetap mahal, namun kini ternyata harga merosot sangat tajam.

Diduga karena hasil panen yang minim, kini menurut Ati dan Iling warga Kelurahan Simpeureum, Kecamatan Cigasong, arisan gabahpun menjadi terganggu. Mereka mengatakan pada bulan Maret tahun ini harusnya mendapat giliran sebegai pemenang arisan gabah sebanyak 23 kuintal, namun kini baru terkumpul 2 kuintal saja berasal dari setoran dua orang petani.

Yang lainnya belum menyetorkan sengan alasan hasil panennya minim sehingga tidak bisa membayar arisan sesuai target waktu yang sudan ditetapkan sebelumnya setiap selesai panen.

“Harusnya gabah dari hasil arisan ini sudah terkumpul, namun baru terkumpul 2 kuintal saja. Yang lainnya belum bisa bayar dengan alasan gagal panen. Ada juga yang berjanji membayar setelah tetangganya panen, sementara kondisi padinya baru saja mulai berisi,” ungkapnya.

Merosotnya harga gabah juga disampaikan Asikin petani di Desa Pakubeureum, Kecamatan Kertajati. Bahkan di wilayahnya harga gabah sudah mencapai Rp 410.000 per kuintal, karena murahnya harga kini banyak petani yang menjual gabah basah dengan alasan lebih epektif.

“Di wilayah kami harga sudah turun sejak lama, begitu masuk panen raya,” kata Asikin.

Sementara itu harga beras di pasar tradisional pun kini mulai turun. Beras IR 64 harganya kini hanya Rp 9.000 per kg, sentra ramos Rp 10.000 per kg, pandan wangi juga Rp 10.000. Terkecuali beras merah ukut masih seharga Rp 13.000 per kg, beras merah biasa Rp 11.000 per kg.

Ujang dan Yayah pedagang beras di pasar Majalengka mengatakan, turunnya harga beras  tersebut mengikuti harga gabah di pasaran. Tak heran bila kini harga beras di pasaran murah karena harga gabahnyapun mulai turun.

“Sekarang ini beras banyak karena musim panen dimana-mana jadi harga beraspun murah,” kata Ujang.***

sumber : pikiran-rakyat.com



PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Tag Berita

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau