Redistribusi Lahan Perlu Aturan Mengikat

Kabar Desa | DiLihat : 586 | Rabu, 22 Maret 2017 14:03
Redistribusi Lahan Perlu Aturan Mengikat

Jakarta: Sejumlah pihak menyambut positif rencana pemerintah mempercepat reforma agraria dengan meredistribusi sekitar 21,7 juta hektare lahan kepada masyarakat untuk mengurangi kesenjangan sosial.

Anggota Komisi II DPR RI Zainudin Amali mengatakan redistribusi lahan itu harus tepat sasaran dan memiliki aturan yang mengikat, agar nantinya lahan yang telah diberikan oleh pemerintah tidak disalahgunakan.

"Harus dipastikan tepat sasaran kemudian ada aturan yang mengikat supaya rakyat yang punya lahan tidak dipindahtangankan sebagian maupun seluruhnya," katanya, dalam Economic Challenges, Selasa 21 Maret 2017.

Senada dengan Amali, Sekjen Apkasi Nurdin Abdullah juga sepakat perlu adanya aturan mengikat agar lahan yang sudah diberikan tidak dijual.

Nurdin mencontohkan, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, merupakan salah satu daerah tertinggal yang 61 persen masyarakatnya adalah petani penggarap lahan. Kesenjangan sosial pun sangat kentara, belum lagi soal kerawanan bencana yang semakin memperburuk keadaan dan perambahan lahan hutan lindung.

Untuk meminimalisasi kesenjangan yang terus meningkat, pemerintah setempat pun memutuskan menjadikan hutan lindung tempat masyarakat mencari penghidupan sebagai hutan desa. Tak hanya memberikan ruang bagi masyarakat untuk menggarap, juga memastikan lahan-lahan hutan tidak dijual untuk tujuan komersil.

"Kita bantu infrastrukturnya dan alhamdulillah terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan," kata Nurdin.

Tak cuma itu, para penggarap lahan yang sudah lama melakukan aktivitas di hutan pun dibuatkan aturan secara mengikat bahwa lahan yang mereka garap tidak boleh dipindahtangankan, termasuk jika pemerintah meminta.

"Jadi kalau pemerintah membutuhkan itu bukan beli, kita berikan kompensasi dan itu berjalan bagus. Yang saya rasakan 61 persen di awal mereka minjam lahan dengan seperti itu mereka jadi mampu beli lahan," jelasnya.

 

Sumber: Metrotvnews.com