Salut! Warga Desa Ini Berhasil Olah Sampah Jadi Sumber Ekonomi

Salut! Warga Desa Ini Berhasil Olah Sampah Jadi Sumber Ekonomi

Kreativitas dan inovasi. Dua dari sekian banyak hal yang membuat peradaban manusia mengalami pergantian. Salah satunya yang terjadi di Desa Kampung Belakang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh. Warga di sini berhasil menggelola sampah anorganik menjadi bahan mentah sumber ekonomi masyarakatnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Barat, Adi Yunanda di Meulaboh mengatakan, kegiatan ekonomi masyarakat itu dikelola secara swadaya. Sementara peralatannya bantuan pemerintah melalui APBN 2016.

 

“Usaha itu adalah pilot projek di Kabupaten Aceh Barat. Pengelolaannya secara swadaya untuk membangkitkan kegiatan ekonomi di desa itu. Dngan memanfaatkan barang bekas melalui pengelolaan berbasis pola 3 R,” sebutnya. 

Proses Pengolahan 

Adi Yunanda menuturkan, pengelolaan sampah secara terpadu itu dilakukan pola 3 R. Meski masih sebatas re-use atau menggunakan sampah yang masih dapat digunakan. Seperti plastik kemasan botol dan semacamnya untuk kemudian diolah dan dijual.

Kemudian dari hasil proses pemilihan, sampah yang sudah diolah itu lalu dijual ke pasar Medan, Sumatera Utara. Untuk mendapatkan bahan daur ulang itu dengan harga Rp8.000/kg hingga Rp10.000/kg. Tergantung kualitas olahan.

Bahan baku yang diperoleh KSM tersebut merupakan sampah plastik dari masyarakat sekitar. Bahan yang mereka gunakan juga melewati proses pemilihan. Untuk bahan basah, yang tidak tidak bisa digunakan, kemudian diangkut oleh kendaraan DLH.

“Secara lingkungan, usaha itu sangat aman. Malahan usaha ini menjadi program pemerintah mulai dari pusat, daerah dan desa itu sendiri. Khususnya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui kelompok swadaya masyarakat,” imbuhnya.

Dampak Positif Lain

Lebih lanjut dikatakan Adi Yunanda, usaha tersebut berdampak positif untuk mengurangi volume sampah. Selain tentunya memberikan penghasilan tambahan bagi warga sekitar. Usaha yang bersifat lebih ekonomis itu juga dapat memberdayakan masyarakat mengelola lingkungan yang sehat.

Ia kembali menuturkan, bantuan peralatan untuk usaha demikian diberikan oleh pemerintah pusat secara bergilir. Aartinya, 1-2 tahun ke depan, peluang tersebut akan diberikan pula untuk daerah lain. Tergantung keseriusan daerah mengajukannya.

Meski demikian, Pemkab Aceh Barat akan terus berupaya mengembangkan usaha itu. Salah satunya dengan melalui berbagai terobosan. Mulai dari melakukan “jemput bola” pada kementrian terkait di Jakarta. Tujuannya agar diberikan peralatan dan prasarana demikian untuk kawasan lainnya di daerah itu.

“Tahun 2018 ini kita belum tentu dapat. Tapi kita terus mengajukan ke pemerintah pusat. Dalam pertemuan kami beberapa waktu ke depan, akan kita sampaikan juga bahwa Aceh Barat sangat konsen dan serius untuk usaha seperti demikian,” katanya menambahkan.

infonawacita 

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :