Tanam Sayuran, Ibu-ibu Ini Hemat Uang Belanja Rp 40.000/Hari

Tanam Sayuran, Ibu-ibu Ini Hemat Uang Belanja Rp 40.000/Hari

Bandung - Keberadaan Kelompok Rumah Pangan Lestari (KRPL) cukup efektif mengurangi pengeluaran rumah tangga. Masyarakat tidak perlu repot-repot lagi membeli sayuran di pasar.

Kelompok Wanita Tani (KWT) Bunga Lestari di Desa Padaasih, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat membuktikan hal tersebut. Sejak tahun 2015, ibu rumah tangga di wilayah tersebut mampu menanam sayuran sendiri.

Ketua KWT Bunga Lestari, Desriani (25) mengatakan beragam jenis tanaman berhasil ditanam oleh puluhan wanita tani. Tidak hanya itu, mereka juga mampu memproduksi bibit secara mandiri.

"Kami menanam sayur salada, tomat, terong dan lainnya. Ada juga toga (tanaman obat kelurga) kumis kucing, brotowali, ginseng. Bibit juga sudah produksi," kata Desriani di sela-sela kunjungan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi di KRPL Bunga Lestari, Rabu (8/11/2017).

Ia menuturkan di atas lahan seluas 1.500 m3, 30 anggota KWT Bunga Lestari mampu memenuhi kebutuhan sayur-sayuran untuk rumah tangganya masing-masing. Bahkan hasil produksi yang lebih kerap dijual.

"Alhamdulillah hasil tanaman kita lebihnya bisa di jual ke warung-warung dan ke desa-desa lain," terang Desriani.Menurutnya keberadaan KRPL ini, ia mampu mengurangi pengeluaran kebutuhan pangan rumah tangga hingga Rp 40 ribu per hari. Hal itu sudah berlangsung sejak pertama kali KRPL ini berjalan.

Ia menuturkan KRPL Bunga Lestari sejak tahun 2015 sudah menerima bantuan pengembangan sebesar Rp 25 juta. Ia berharap di tahun depan, ada bantuan yang lebih besar untuk pengembangan bisnis KRPL.

"Tahun depan inginnya ada penambahan bantuan anggaran supaya makin maju punya olahan pasca hasil panen. Misalnya tanaman toga pengen bikin jamu dan lainnya," tutur dia.

Keberadaan KRPL Bunga Lestari ini sudah cukup dikenal masyarakat luas. Banyak daerah lain yang sengaja datang untuk belajar mengembangkan tanaman hidroponik di wilayahnya.

"Banyak daerah-daerah lain di luar jawa yang datang ke sini belajar bagaimana mengembangkan hidroponik dan menanam di pekarangan rumah," kata Desriani

Kepala BKP, Agung Hendriadi, berencana menaikkan anggaran KRPL dari sebelumnya Rp 15 juta - Rp 50 juta di tahun depan. Hal itu dilakukan agar budidaya sayuran di perumahan lebih masif. 

"Melalui pengembangan KRPL, kami berharap ketahanan pangan ditingkat rumah tangga akan semakin mantap, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan keluarga", ujar Agung.

Menurutnya dengan penambahan anggaran KRPL diharapkan tidak hanya mengembangkan tanaman sayur-sayuran melainkan jenis pangan lainnya. Dengan begitu, rumah tangga bisa menghemat Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta.

"Rumah tangga yang memanfaatkan lahan pekarangan dengan aneka sayuran, buah-buah dan memelihara ternak dan ikan bisa menghemat pengeluaran antara Rp 700 ribu - sampai Rp 1 juta," kata Agung.

detik.com

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :