Kementan Tunjuk Jabar Jadi Pilot Project Korporasi Petani

Kementan Tunjuk Jabar Jadi Pilot Project Korporasi Petani

Bogor  -Kementerian Pertanian menunjuk Provinsi Jawa Barat sebagai pilot projectatau proyek percontohan penumbuhan dan pengembangan Kelompok Ekonomi Petani (KEP) dan Kelompok Wanita Tani atau KWT yang akan diakuisisi menjadi korporasi pertanian.

"Tahun ini proyek percontohan ada di delapan kabupaten di wilayah Jawa Barat," kata Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSMP) Kementerian Pertanian Surachman Suwardi dalam kegiatan Bimtek KEP dan Kelompok Wanita Tani di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/9/2017).

Surachman menyebutkan delapan kabupaten di Jawa Barat tersebut adalah Karawang, Sumedang, Ciamis, Garut, Purwakarta, Tasikmalaya, Majalengka dan Cianjur.

Menurutnya pemilihan Jawa Barat karena berbagai pertimbangan selain karena plotingan dari Kementerian BUMN, juga telah memenuhi beberapa kriteria di antaranya memiliki BUMDes yang potensial, ketersediaan lahan, dan gapoktan yang memadai.

"Jika di Jawa Barat selesai akan berkembang ke Provinsi Jawa Timur dan Banten tahun ini juga," katanya.

Ia mengatakan kelopok tani tersebut akan bergerak multisektor di bidang pertanian meliputi peternakan, tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan.

"Kalau berbicara korporasi petani harus ada integrasi hulu dan hilir, tidak hanya on farm saja," katanya.

Surachman menjelaskan langkah awal mewujudkan korporasi petani adalah tansformasi kelembagaan KEP dan KWT, transformasi jenis usahanya, sehingga tidak hanya berfikir untuk kelompok saja, tapi menjadikan pertanian industri.

BPPSDMP berupaya untuk mempercepat transformasi kelembagaan KEP dan KWT tersebut dengan mengakuisisnya dengan BUMDes. Sehingga kelompok tersebut dapat menjalankan pertanian berbasis industri. Untuk meningkatkan kapasitas dan menumbuhkembangkan KEP dan KWT tersebut BPPSDMP melaksanakan Bimtek diikuti sekitar 129 KWT dan KEP dari seluruh daerah di Indonesia.

"Bimtek ini kita harapkan kelompok wanita tani yang jumlahnya cukup banyak ini melakukan tansformasi kelembagaan sehingga terjadi tranformasi skala usaha," katanya.

Transformasi tersebut diperlukan agar KWT yang sudah ada jangan terus menerus menjadi KWT tapi harus berkembang menjadi pertanian berbasis industri, tidak lagi berfikri hanya untuk kelompok dan pemenuhan kebutuhan sendiri.

"Pertanian adalah industri untuk itu BPPSDMP akan memotivasi KWT mentransformasi kelembagaan dan usahanya menjadi pertanian industri," kata Surachman. (CP/Ant)

wartaekonomi.com

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :