Tanam Cabai Bulat, Rasa Lebih Pedas

Tanam Cabai Bulat, Rasa Lebih Pedas

 CABAI yang ditanam Lustiana, warga Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas berbeda dari cabai dibudidayakan warga di pekarangan rumah. Cabai Lustiana berbentuk bulat. Namun, meski bentuknya unik dan terkesan seperti tanaman hias, rasanya diakui Lustiana lebih pedas. Bahkan, dari budidaya cabai bulatnya yang kini sudah berjumlah 10 pohon, sudah memberikan hasil baginya.

“Saya jual Rp 60 ribu per kilogramnya,” ungkapnya ketika ditemui media ini, Sabtu (9/9). Padahal, sebelumnya dia hanya ingin mengisi waktu luang ketika mendapatkan bibit cabai bulat dari anaknya yang kerja di Dinas Pertanian. “Tadinya disuruh tanam di sampingi rumah, tapi cuma biar saya ada kesibukan,” tutur ibu enam anak ini.

Namun, kegiatan yang tadinya hanya untuk mengisi waktu luang, kini menjadi sumber pendapatannya. Hanya saja, wanita 49 tahun ini belum mengembangkannya dalam jumlah banyak. “Kebun saya ada, tapi umur sudah ndak memungkinkan lagi untuk berkebun. Jadi tanam di rumah aja, selain untuk konsumsi sendiri, juga untuk dijual,” ujarnya.

Untuk merawat tanamannya itu, Lustiana mengaku tidak mengalami kesulitan. Menurutnya, perawatan cabai bulat sama seperti cabai lain. Dia juga mengaku cabai bulat yang ditanamnya menarik perhatian warga Desa Salimbatu. Bahkan, banyak yang meminta bibitnya, termasuk dari pihak kecamatan setempat.

“Karena mereka tertarik dengan bentuknya. Saya tidak bisa memberikan bibitnya, kalau untuk buahnya mungkin bisa saja saya berikan,” ujarnya. Cabai bulat yang ia tanam pun pernah meraih juara pada kontes tanaman, baik yang diadakan di lingkungan desa, kecamatan maupun tingkat kabupaten. (*/tyo/fen)

prokal.co

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :