Petani Perlu Inovasi Teknologi

Petani Perlu Inovasi Teknologi

Bisnis.com, JAKARTA - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mendorong Kementerian Pertanian menerapkan inovasi teknologi pada sektor pertanian. Salah satunya, melalui penggunaan benih padi M70D dan M400 pada lahan pertanian.

Benih padai M70D dan M400 dikembangkan oleh HKTI bekerjasama dengan PP. Kerja di Jawa Timur. Benih M70D memiliki keunggulan tanaman padi dapat dipanen pada usia 70 hari. Dengan teknis irigasi yang baik, maka petani dapat melakukan tanam padi empat kali dalam setahun. Varietas baru ini telah diujicobakan di lahan seluas 1.000 ha yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan, menghasilkan 9,6 ton per ha.

Sedangkan, benih padi M70D memiliki keunggulan volume panen yang lebih banyak. Namun demikian, waktu panen padi 90 hari.

Ketua HKTI Moeldoko menyampaikan persoalan klasik sektor pertanian masih berkutat pada akses permodalan bagi para petani, akses pasar, branding, serta penerapan inovasi teknologi. Saat ini banyak petani masih menggunakan cara-cara konvesional, sehingga hasil tanam tidak maksimal.

"Dengan platform teknologi, petani dapat memperoleh hasil panen yang lebih banyak. Pada varietas M70D misalnya, jika per ha menghasilkan 9,6 ton padi, artinya hasil panen dalam setahun mencapai 38 ton per ha," tuturnya memberi sambutan usai dilantik menjadi Ketum HKTI di Jakarta, Senin (10/4).

Dia mengatakan HKTI siap menjadi mitra kerja pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan. Salah satunya, melalui penerapan benih padi M70D yang dapat mempercepat hasil pertanian.

Selain itu, HKTI menawarkan tenaga ahli terampil, pasukan anti hama, hingga pupuk. HKTI juga tengah membentuk tim pemberdayaan petani untuk mendorong penerapan teknologi pada lahan pertanian.

Dengan pendekatan teknologi, kata dia, sekaligus dapat mendorong generasi muda tertarik pada sektor pertanian. Apalagi, kata dia mengutip data BPS 2015, petani berusia lebih dari 45 tahun sebanyak 62%, petani berusia 35-45 tahun sebanyak 32%, dan 6% sisanya berusia kurang dari 35 tahun.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjanjikan lahan seluas 100.000 ha untuk ditanami benih padi varietas baru yakni M70D. Harapannya, lahan tanam yang makin luas dapat menunjang produksi beras nasional.

"Jangan hanya 1.000 ha, tetapi perlu lebih banyak hingga 100.000 ha," katanya.

Dengan perhitungan 1 ha lahan membutuhkan 35 kg benih padi M70D, maka HKTI perlu menyediakan 3.500 ton benih padi. "Kita siap untuk itu. Soal anggaran, nanti teknis pemerintah," imbuhnya.

sumber : bisnis.com

  • Bagikan :
  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :