Wisata Arung Jeram Mulai Dilirik, Kemenpar Siapkan Rp 950 Juta

Wisata Arung Jeram Mulai Dilirik, Kemenpar Siapkan Rp 950 Juta

TANJUNG SELOR – Pengembangan sektor pariwisata di Kalimantan Utara (Kaltara) saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota.

Satu di antaranya yang memiliki potensi untuk dikembangkan adalah wisata alam berupa arung jeram. Memiliki sungai yang lebar dan panjang, menjadi salah satu keuntungan Kaltara, selain dimanfaatkan untuk jasa transportasi maupun sumber energi terbarukan.

Potensi arung jeram di Kaltara ini juga sudah dilirik oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata. Dalam Peraturan Kepala Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (Perka BNPP) Nomor 3 Tahun 2017, Kementerian Pariwisata bakal menggelontorkan dana sebesar Rp 950 juta untuk mengembangkan wisata arung jeram Sungai Mentarang Hulu Long Berau Giram Belalau-Giram Kayan. Pengembangan arung jeram di Sungai Mentarang Hulu tersebut bakal dilakukan tahun depan.

Selain Sungai Mentarang, potensi arung jeram juga ada di Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat. Namun, potensi wisata arung jeram ini belum terlalu banyak diketahui oleh masyarakat. Untuk pengembangan wisata arung jeram di Long Beluah ini sudah dilirik oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltara.

Kepala Dispar Kaltara Ahmad Hairani mengatakan, saat ini bakal memberikan bantuan ke beberapa lokasi wisata di Kaltara. Untuk wisata arung jeram di Desa Long Beluah, Dispar bakal memberikan bantuan dua unit perahu karet untuk mendukung pengembangannya. Selain itu, Dispar juga memberikan bantuan banana boat serta alat snorkeling kepada kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat untuk mengembangkan objek wisata Pantai Tanah Kuning di Kecamatan Tanjung Palas Timur.

“Itu sebagai rangsangan untuk anggota Pokdarwis dalam mengembangkan objek wisata. Mereka yang mengembangkan, kita siapkan fasilitasnya saja,” terangnya, belum lama ini.

Meski ada potensi wisata arung jeram, namun Hairani mengaku belum bisa berbicara banyak. Sebab, dirinya juga belum melihat secara langsung potensi wisata tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, arung jeram di Desa Long Beluah memiliki level yang cukup tinggi.

“Saya tidak tahu persis levelnya berapa. Tapi, masih ada bagian sungai yang levelnya cukup rendah untuk pemula,” terangnya.

Dikatakan, pada pertengahan tahun ini, beberapa orang pencinta rafting atau arung jeram sempat menjajal jeram di Desa Long Beluah, khususnya di Sungai Keburau. Arung jeram di Tanjung Palas Barat terdapat di dua lokasi, yakni Giram atau Jeram Kerabang dan Giram Gaharu. Lokasinya pun tidak terlalu jauh dari Desa Long Beluah, sekitar satu jam perjalanan.

Selain bantuan untuk arung jeram, dalam Perka BNPP 3/2017, juga disebutkan Kemenpar bakal mengucurkan dana hingga Rp 7,55 miliar untuk pengembangan wisata di Malinau dan Nunukan. (rus/fen)

prokal.co

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :