Promosi Pariwisata dengan Sistem Informasi Manajemen

Promosi Pariwisata dengan Sistem Informasi Manajemen

Sektor pariwisata terus berkembang di Indonesia. Bahkan, sektor ini mulai menjadi salah satu sektor unggulan penerimaan negara. Di Kaltara, banyak objek wisata yang memiliki daya tarik bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Untuk memaksimalkan kunjungan wisatawan, Dinas Pariwisata Kaltara pun bakal mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Pariwisata (Simpar).

SETIAP tahun angka kunjungan wisatawan ke Indonesia terus meningkat. Target tinggi pun dicanangkan guna mendatangkan lebih banyak wisatawan dari mancanegara. Sebab, sektor pariwisata merupakan ladang penerimaan negara saat dikelola dengan maksimal. Kementerian pariwisata bahkan membuat terobosan dengan membuat branding Wonderful Indonesia untuk dipromosikan di luar negeri.

Kalimantan Utara yang berada di wilayah perbatasan memiliki beragam objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Sebut saja Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Tarakan, Pantai Tanah Kuning di Bulungan, hingga Taman Nasional Kayan Mentarang di Malinau. Beberapa objek wisata tersebut adalah segelintir dari berbagai wisata di Kaltara. Ditambah lagi wisata budaya suku Dayak yang cukup diminati wisatawan mancanegara.

Dari sektor pariwisata ini, sektor ekonomi lain juga akan ikut terangkat. Di antaranya sektor perhotelan, kuliner, kerajinan hingga jasa-jasa lainnya. Semua itu memiliki keterikatan dan mata rantai dalam mendatangkan penerimaan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltara Ahmad Haerani menyebutkan, tahun ini target kunjungan wisatawan ke Kaltara sebanyak 262 ribu orang. Tahun depan, kemungkinan bakal mengalami kenaikan sekitar empat persen.

Untuk mempromosikan objek wisata di Kaltara sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan, Dinas Pariwisata bakal mengembangkan program inovasi Sistem Informasi Manajemen Pariwisata (Simpar). Inovasi ini rencananya bakal dikembangkan mulai awal 2018 mendatang.

Melalui Simpar ini, nantinya wisatawan yang akan berkunjung ke Kaltara bisa mengetahui objek-objek wisata beserta informasi pendukungnya. Seperti hotel, info kuliner, dan transportasi. Dengan begitu, akan memudahkan wisatawan memilih lokasi mana yang akan dikunjungi selama berada di Kaltara.

Sebagai sarana untuk promosi wisata, kata Haerani, Simpar nantinya akan lebih banyak diisi oleh para pelaku usaha pariwisata. Mulai travel agent, hotel, rumah makan, hingga para traveller. “Nantinya mereka ini akan diberikan akun di dalam Simpar,” kata Haerani saat ditemui di kantornya, Sabtu (29/10) lalu.

Simpar ini nantinya akan berbeda dengan website yang statis atau hanya satu arah. Dengan Simpar ini akan lebih interaktif, antara admin dengan pembaca. Admin dengan pembaca bisa berkomunikasi dua arah, khususnya jika ada keluhan atau saran dari pengunjung tentang suatu objek wisata. Atau, ketika membutuhkan informasi lebih lengkap dari objek wisata yang akan didatangi.

Dengan inovasi Simpar ini, pembaca akan dimanjakan dengan informasi yang terus di-update oleh para pelaku usaha. “Misalnya, halaman hotel yang mengisi mereka, mungkin minggu ini ada promo apa bisa diinformasikan. Kalau kami yang isi kan sulit, jadi mereka yang meng-input. Juga promosi mereka kan jadi lebih gampang. Mungkin juga untuk rumah makan, menunya apa saja bisa disebutkan di sana,” terangnya.

Namun, sebelum diberikan akun oleh Dinas Pariwisata, para pelaku pariwisata ini akan lebih dulu diberi pelatihan. Untuk tahap awal setelah Simpar dikembangkan, pihaknya akan memanggil para blogger di Kaltara untuk diberi pelatihan. Para blogger ini nantinya bisa memasukkan tulisannya di Simpar.

“Mereka akan kami rangkul. Jadi para blogger bisa menceritakan keadaan di sana di objek wisata. Tak hanya blogger di Kaltara, tapi kalau ada blogger dari luar yang berkunjung ke Kaltara juga bisa kami rangkul untuk memasukkan tulisannya,” ungkapnya.

Sebagai sarana promosi, Simpar juga akan dikoneksikan dengan Tourism Information Center (TIC) yang ada di Kaltara. Saat ini, Kaltara terdapat dua TIC, yakni di Bandara Juwata Tarakan dan Pantai Tanah Kuning Bulungan. Namun, baru di Bandara Juwata yang sudah bisa digunakan. Sementara di Tanah Kuning baru selesai dibangun tahun ini.

Ke depan, lanjutnya, Simpar akan dikembangkan untuk bisa diakses melalui Android dan iOS. Tapi, pengembangan tersebut menunggu sampai sudah terkumpul data base agar informasi yang didapatkan wisatawan lebih lengkap.

“Kalau belum ada data base kan susah. Orang mau cari ini dan itu, tidak ada informasinya. Jadi seperti itu ke depan untuk pengembangannya,” bebernya.

Untuk tulisan sendiri, baik dari pelaku usaha atau blogger, lebih dulu akan disaring oleh admin dari Dinas Pariwisata. Sehingga, informasi yang dimunculkan adalah informasi yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan.

Haerani menjelaskan, saat ini kawasan wisata Pantai tanah Kuning sedang dipersiapkan menjadi salah satu objek wisata andalan. Pengembangan objek wisata tersebut didukung dengan diberikan beberapa bantuan untuk pelaku wisata. Seperti banana boat dan alat snorkle.

“Semacam rangsangan untuk Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata). Kami siapkan fasilitas saja untuk meramaikan objek wisata di sana,” jelasnya.

Dia juga menyebutkan beberapa objek wisata di Kaltara sudah selalu menjadi tujuan wisata oleh wisatawan mancanegara. Khususnya wisata alam dan wisata budaya. Seperti desa wisata budaya Dayak di Sajau Metun dan hutan taman Nasional Kayan Mentarang.

“Ada wisatawan seperti pertukaran pelajar dari Inggris yang jumlahnya sekitar 70 orang yang berkunjung ke Kayan Mentarang di Krayan. Selain itu, di sana kan ada juga garam gunung yang menarik dikunjungi,” ungkapnya.

Dengan adanya inovasi Simpar, diharapkan ke depan kunjungan wisatawan ke Kaltara bakal lebih tinggi. Sehingga bisa menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD).

prokal.co

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :