Pemerintah Perkuat Peran BPD Salurkan KPR

Pemerintah Perkuat Peran BPD Salurkan KPR

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama-sama dengan Asosiasi Bank Daerah (Asbanda) dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) bersinergi guna memperkuat penyaluran KPR di berbagai daerah. “Peran pemda penting sekali untuk perencanaan tata ruang,” kata Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana Winayanti seusai penyerahan Standar Operasi Prosedur (SOP) Kredit Pemilikan Rumah dan SOP Kredit Modal Kerja-Konstruksi Perumahan di Jakarta, Senin (7/8).

Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR menyerahkan kedua SOP itu kepada sebanyak 25 Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia. Penyerahan SOP tersebut diikuti dengan penandatanganan komitmen SOP oleh masing-masing perwakilan BPD, disertai dengan diskusi mengenai kebijakan perumahan. Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo menyatakan tujuan kedua SOP tersebut untuk memperkuat peran strategis BPD dalam menjalankan dan meningkatkan pembiayaan perumahan dalam memenuhi kebutuhan perumahan di daerahnya masing-masing.

Seperti diketahui, SMF merupakan BUMN yang didirikan pada 2005 di bawah Kementerian Keuangan guna mengemban tugas membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan melalui sekuritisasi dan pembiayaan. Standar Produk SMF juga berkontribusi penting dalam menyediakan dana menengah panjang sehingga diharapkan penyaluran KPR dapat meningkatkan volume penerbitan KPR, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kami berharap SOP tersebut dapat mendorong terciptanya standar produk KPR BPD yang terjangkau dan sesuai serta bisa diterapkan untuk peningkatan kapasitas penyaluran KPR di lingkungan BPD,” ucap Ananta. Dengan demikian, menurut Ananta, diharapkan ke depannya juga bisa melayani kebutuhan masyarakat untuk kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau bagi warga.

SOP Kredit Modal Kerja- Konstruksi Perumahan terdiri atas kebijakan dan alur kerja yang memuat konsep dan rantai nilai yang sudah terintegrasi dengan SOP KPR BPD-SMF. Selain itu, ujar dia, petunjuk operasi terstandar tersebut diharapkan dapat membantu menjawab tantangan penyaluran KPR oleh BPD, khususnya dalam mempermudah akses kredit modal kerja.

Sebelumnya, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan pada 2017 menyesuaikan target KPR Bersubsidi menjadi 279.000 unit yang terdiri atas KPR Subsidi Selisih Bunga sebesar 239.000 unit dan KPR FLPP sebesar 40.000 unit. 

koran-jakarta.com

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :