Siapkan Duit Rp 10 M untuk Beli Gabah Rakyat

Siapkan Duit Rp 10 M untuk Beli Gabah Rakyat

MALINAU- Bupati Dr Yansen TP MSi menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau tidak langsung menyiapkan langsung uang dengan nilai bermiliar-miliar rupiah. Namun sayangnya, perlu cara menyadarkan masyarakat khususnya petani tentang fungsi lahan dan cara membangun kesadaran masyarakat tentang dunia pertanian. Karena para petani ini juga harus disadarkan bahwa hidupnya petani juga berasal dari hasil pertaniannya.

“Sekarang Pemkab Malinau menyediakan dana Rp 10 miliar untuk membeli gabah rakyat. Tapi uang itu sampai seaat ini masih ngendon (terdiam). Belum bergerak satu miliar pun,” jelas Bupati Yansen TP.

Dijelaskan Bupati Yansen TP, bertani sehat sebenarnya untuk menguatkan para petani sendiri dalam menciptakan kualitas hidup masyarakat dan keluarga petani itu sendiri. Jangan sampai hanya sibuk berdebat dalam aparat, tetapi tidak pernah mengubah masyarakat Malinau itu sendiri menjadi lebih baik. Struktur APBD Malinau itu kuatnya untuk rakyat, bukan untuk berdebat dan untuk kepentingan pejabat. Oleh sebab itu, Bupati berharap nanti konteks APBD itu tidak lain bagaimana rakyat Malinau itu menikmati dari apa yang dilakukan pemerintah. “Yaitu mengubah rakyat Malinau sendiri menjadi lebih baik, maju dan sejahtera,” tegas Yansen TP.

Para petani tidak perlu berpikir punya lahan berhektare-hektare lahan lalu akan punya uang penghasilan banyak dari hasil pengolahan itu. Tetapi kualitas kerja setiap diri manusia yang paling penting. Oleh karena itu, kata Bupati Malinau Dr Yansen TP MSi, jika embung yang telah digagas Institute for Promoting Sustainable Livelihood Approach (ImProSuLA) bersama kelompok tani Tanjung Lapang benar-benar jadi dan mampu menampung air untuk pertanian. Tujuannya, tidak lain adalah untuk membantu petani dalam mendukung dang menyukseskan program pertanian dengan ketersediaan hasil pangan tanaman padi dengan baik dan melimpah.

“Jadi, manfaat dari kebeardaan embung ini nanti harus betul-betul kita rasakan. Dibangunnya embung ini, supaya ada jaminan ketersediaan air untuk kegiatan persawahan dan lainnya. Karena kalau hujan, sudah pasti air akan tesedia dan saat diperlukan akan dibuka,”  ujar mantan staf ahli Gubernur Kaltim ini.

Bupat menilai, keberadaan embung ini sangat penting karena Kabupaten Malinau sedang mengubah gaya hidup masyarakat Malinau. Sejak awal, Pemkab malinau dibawah kepemimpinan Bupati yansen TP dan Topan Amrullah sudah menggerakkan masyarakat pertani agar bertani sehat. Makna dari bertani sehat itu, yaitu masyarakat harus memahami bagaimana harus bertani secara secara sehat. Yakni melaksanakan program pertanian dengan cara-cara yang benar dan baik. “Lahannya harus tersedia dengan baik, proses pengolahan lahannya dilakukan dengan baik, proses penanaman, penyiangan dan pemiliharaan hingga proses pemanenannya juga dilakukan dengan baik,” sebut mantan Sekretaris Kabupaten Malinau ini.

Karena itu, Yansen TP mengharapkan seluruh masyarakat petani di semua wilayah kecamatan dan desa harus punya semangat yang tinggi mengubah gaya hidup. Bertani itu bukan merendahkan, tapi itulah salah satu fungsi petani dalam masyarakat dalam menyediakan bahan baku untuk makan kebutuhan masyarakat umum. “Tanpa petani,  orang yang berprofesi lainnya seperti pegawai, pedagang dan lainya tidak akan bisa makan. Tapi petani itu bukan melekat pada diri kita, melainkan hanya sebuah pekerjaan. Saya pun bisa jadi petani. Karena saya juga punya kambing 20 lebih dari yang sebelumnya hanya 6 ekor,” pungkas mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bulungan ini. (ida/fly)

prokal.co

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :