OJK Resmikan Desa Pandai di Jawa Tengah

OJK Resmikan Desa Pandai di Jawa Tengah

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Industri Jasa Keuangan dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah  (TPAKD) Kudus membentuk Desa Pandai. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan akses keuangan daerah serta mendorong perekonomian daerah terutama di Jawa Tengah.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Rahmat Waluyanto mengatakan, Desa Pandai OJK sebagai upaya untuk mempercepat perluasan akses keuangan masyarakat. Dari hasil survei SNLKI 2016, indeks literasi keuangan dan indeks inklusi keuangan Jawa Tengah meningkat lebih tinggi dibanding nasional, dengan Indeks literasi keuangan meningkat dari 19,25% pada 2013 menjadi 33,51% pada 2016, dan indeks inklusi keuangan mengalami peningkatan dari 41,03% menjadi 66,23%.

"Konsep Desa Pandai OJK ini merupakan yang pertama di Indonesia dan akan dijadikan percontohan untuk dapat direalisasikan di desa-desa lainnya di Jawa Tengah bahkan di seluruh Indonesia," ujarnya, dalam siaran pers, Selasa (4/4/2017).

Desa Pandai OJK ini merupakan sebuah desa sebagai Capacity Building dalam meningkatkan literasi keuangan bagi penduduk di desa tersebut sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan serta menurunkan tingkat kemiskinan dan untuk mencapai target indeks inklusi keuangan yang dicanangkan pemerintah sebesar 75% pada 2019.

Kepala OJK Regional 3, Moch Ihsanuddin menuturkan, capaian yang ingin diraih dengan adanya “Desa Pandai OJK” nantinya adalah meningkatkan literasi keuangan seluruh penduduk di desa tersebut sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat serta menurunkan tingkat kemiskinan.

"Dipilihnya Desa Karangbener dijadikan sebagai Desa Pandai OJK berdasarkan survey yang telah dilakukan OJK bersama IJK, PT Telkom dan permerintah Kabupaten Kudus," katanya.

Nantinya, lanjut dia, “Desa Pandai OJK” akan berisi program yang menyasar seluruh masyarakat desa. Pertama, Program Ramah Anak, yang terdiri dari Gerakan menabung pada anak, internet Sehat dan Aman untuk Anak serta perpustakaan Mandiri.

Kedua, Program Talenta Remaja dan ketiga Program Bisnis yang benar. Untuk program bisnis yang benar terdiri dari Pemetaan Potensi Unggulan di Desa Pandai, Pendampingan Pengelolaan UMKM.

"Sentra UMKM di “Desa Pandai OJK” akan didampingi tenaga profesional untuk lebih profesional dalam pengelolaan keuangannya sehingga bankable di Industri Jasa Keuangan," ungkap Ihsanuddin.

Pendampingan secara berkala dan bantuan sarana prasarana oleh Akademisi, Kadin dan anggota TPAKD untuk membantu pengembangan UMKM di “Desa Pandai OJK”.   

Dalam pendampingan tersebut juga dilakukan pengenalan produk IJK dan Laku Pandai kepada PKK dan Komunitas lokal terpilih di wilayah “Desa Pandai OJK” oleh anggota TPAKD (Perbanas dll), sehingga diharapkan literasi keuangan PKK dan komunitas lokal semakin meningkat dengan cara menjadi pengguna aktif/pasif dari Laku Pandai.

sumber : sindonews.com

  • Bagikan :
  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :