Kementerian PUPR Bangun Jalan Akses Petani, Biayanya Rp 600 Juta

Kementerian PUPR Bangun Jalan Akses Petani, Biayanya Rp 600 Juta

Jakarta -Pembangunan program infrastruktur berbasis masyarakat oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) terus dilakukan. Salah satunya yaitu pembangunan jalan akses bagi petani untuk mengangkut hasil panen di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

"Ini merupakan bagian dari Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW)," kata Kepala Satker Pengembangan Kawasan Pemukiman Sumatera Barat, Kementerian PUPR, Zuherman saat ditemui di lokasi pembangunan, Kamis, 8 Februari 2018. PISEW sendiri merupakan implementasi dari Program Padat Karya Tunai (PPKT) dari Kementerian PUPR.

Hari ini Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menemani Presiden Joko Widodo untuk meninjau langsung sejumlah proyek infrastruktur di Provinsi Sumatera Barat. Dua proyek utama yang ditinjau yaitu pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru tahap I ruas Padang-Sicincin dan PPKT irigasi yang berlokasi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Dalam pelaksanaan PPKT, Kementerian PUPR sendiri pada tahun 2018 telah menganggarkan Rp 11,2 triliun, untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur ini. Pelaksanaannya telah dimulai sejak awal Januari 2018 di beberapa lokasi di Jawa dan Sumatera.


Zuherman menuturkan bahwa jalan akses ini diberi nama jalan usaha tani. Jalan ini akan mempermudah petani saat proses panen. Jika sebelumnya petani harus mengeluarkan biaya Rp 10 ribu untuk pengangkutan sekarung beras hasil panen, maka dengan pembangunan jalan ini, biaya bisa ditekan menjadi hanya Rp 2 ribu. "Dulu jalannya hanya tanah, sekarang kami akan cor dengan beton, sekitar 1,06 kilometer," ujarnya.

Biaya untuk pembangunan jalan usaha tani ini sendiri sekitar Rp 600 juta, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Total, kata Zuherman, akan ada 31 lokasi tempat pembangunan jalan usaha tani ini di seluruh Sumatera Barat. "Pembangunan ini juga melibatkan langsung petani setempat," kata Zuherman.

Salah seorang Ketua Kelompok Tani setempat, dari Kelopok Sawah Banda Tangah, Nasrizal, mengatakan keberadaan jalan usaha tani ini juga menekan ongkos produksi. "Untuk harga beras memang tidak berubah, tapi untuk biaya pengangkutan pupuk jadi lebih murah." Jika sebelumnya perbaikan jalan biaya angkut pupuk mencapai Rp 7.500 maka dengan jalan ini, biaya menjadi hanya Rp 2 ribu.

Dari pantauan Tempo, lokasi persawahan di Kecamatan Sungai Tarap, Tanah Datar, Sumatera Barat ini memiliki kontur yang bergelombang. Akses dari sawah menuju jalan raya pun semakin lancar dengan keberadaan jalan usaha tani. Namun demikian, pekerjaan jalan masih terus dilakukan dan ditargetkan rampung Mei 2018 mendatang.

tempo

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :