KUR Disalurkan ke Petani Secara Bertahap

KUR Disalurkan ke Petani Secara Bertahap

JAKARTA – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2018 akan menggunakan skema baru dengan bunga 7 persen per tahun atau turun dari sebelumnya 9 persen. Selain itu, model penyalurannya tidak sekaligus tetapi bertahap sesuai dengan kebutuhan petani.

Demikian dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution dalam sambutannya pada acara Program Peremajaan Sawit Rakyat di Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. “Kita berharap dengan pengucuran secara bertahap dananya tidak ditaruh di rekening dan dikenakan bunga.

Kalau bertahap hanya yang ditarik yang kena bunga,” kata Darmin dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin (27/11). Menurut Darmin, KUR sangat dibutuhkan petani sawit yang akan meremajakan tanamannya karena bantuan yang diberi Pemerintah lewat Badan Pengelola Dana Kelapa Sawit hanya 25 juta rupiah per hektar.

Dana tersebut hanya mencukupi untuk biaya menebang pohon tua, menyiapkan lahan, membeli bibit bersertifikat dan pupuk. “Jadi petani saat kebunnya diremajakan perlu biaya hidup dan pemeliharaan paling tidak selama 4 tahun di sinilah perlu KUR, makanya diupayakan lahannya memiliki sertifikat yang bisa dijadikan agunan ke bank,” kata Darmin.

Pengembalian atau pembayaran cicilan pinjaman ke bank baru dilakukan petani pada tahun keempat atau setelah sawit mulai berbuah selama tiga tahun. Dengan demikian diharapkan KUR yang diperoleh petani sudah lunas setelah tahun ketujuh.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kesempatan itu memperingatkan jajaran Badan Pertanahan Negara (BPN) agar tidak main-main dalam melayani masyarakat yang ingin mensertifikasi tanahnya. “Harus cepat melayani rakyat, jangan sampai ada yang urus sertifikat sampai dua tahun,” kata Presiden. 

koran-jakarta 

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :