Tiga Menteri Sepakat Optimalkan Bantuan untuk Petani

Tiga Menteri Sepakat Optimalkan Bantuan untuk Petani

CIAMIS, (PR).- Tiga menteri melakukan panen raya di Desa Padamulya, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Senin 9 Oktober 2017. Mereka juga meluncurkan Kartu Tani, optimalisasi serapan gabah padi, percepatan luas tambah tanam, serta korporatisasi petani untuk percepatan swasembada pangan.

Ketiga menteri itu adalah Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BMUN) Rini Soemarno. Hadir pula Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar serta jajaran direksi BUMN.

Mereka berbaur dengan warga saat acara tersebut. Menteri Pertanian dan Menteri BUMN bahkan disambut hangat oleh warga sekitar saat datang dengan menggunakan helikopter dan mendarat di Lapangan Desa Padamulya.

Dalam sambutannya, Menteri Desa, PDT, dan Tansmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan bahwa 82% penduduk desa berpenghasilan di sektor pertanian. Data itu melatarbelakangi perhatian Presiden Joko Widodo yang berkomitmen untuk benar-benar lebih memperhatikan desa. 

"Komitmenya Pak Jokowi terbukti dari APBN yang lebih besar disalurkan ke daerah dan desa," kata Eko.

Komitmen lainnya, kata dia, upaya pemerintah untuk mewujudkan nawacita ketiga yaitu membangun Indonesia dari pinggiran yang diwujudkan dengan adanya anggaran dari APBN yang langsung didistribusikan ke setiap desa. 

"Setiap desa sedikitnya mendapat Rp 800 juta dana desa yang bersumber dari APBN supaya ada bisa benar-benar bermafaat. Kami minta, dana desa itu diawasi sebaik mungkin," kata Eko berpesan.

Adanya kerja sama antara Kementerian Desa dengan Menteri Pertanian dan BUMN adalah untuk implementasi terintegrasi program pemerintah. Salah satunay adalah optimalisasi serapan gabah padi, kartu tani, mewirausahakan petani, Bumdesa, dan KUR untuk percepatan swsembada pangan. Desa yang maju, sejahtera, dan mandiri adalah tujuan akhirnya

Kartu Tani

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, kartu tani diluncurkan supaya bantuan terhadap petani lebih terintegrasi. Nantinya, kartu tani dapat digunakan untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), asuransi lahan dan asuransi kecelakaan kepada petani. 

Tak hanya itu, sinergi dengan Kementerian Pertanian dan Badan Urusan Logistik (Bulog) turut dilakukan untuk optimalisasi penyerapan gabah.

"Perusahaan BUMN sebagai agen pembangunan sudah seharusnya secara bersama-sama dan terintegrasi dapat mendukung beberapa program pemerintah di sektor pertanian," kata Rini Soemarno.

Rini menilai, kewirausahaan pertanian diharapkan bisa menambah daya produksi hasil pertanian. Nantinya sektor pertanian ditarget mampu mewujukan kesejahteraan petani, stabilitas harga, dan stabilitas ketersediaan padi nasional. 

Diketahui, Himbara terdiri dari Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN. Nantinya program kartu tani disalurkan lewat bank-bank tersebut.***

pikiran-rakyat.com

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :