Serapan Transfer Daerah dan Dana Desa Capai Rp568 Triliun

Serapan Transfer Daerah dan Dana Desa Capai Rp568 Triliun

 Jakarta: Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan mencatat realisasi transfer daerah dan dana desa  hingga 5 Oktober 2017 mencapai 74,13 persen dari target dalam APBNP 2017 yang sebesar Rp766,3 triliun.

Direktur Pemiayaan dan Transfer NonDana Perimbangan Ubaidi Socheh Hamidi menyebutan realisasinya yakni sebesar Rp568,1 triliun. Dia mengatakan serapan tersebut lebih besar dibanding periode yang sama pada tahun lalu."Secara total penyalurannya lebih besar untuk transfer daerah dan dana desa. Sebab, tahun lalu hanya 69,5 persen," kata Ubaidi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 5 Oktober 2017.

Dirinya merinci capaian tersebut terdiri dari serapan anggaran transfer daerah sebesar Rp527 triliun atau 74,69 persen dari target. Sedangkan dana desa sebesar Rp40,5 triliun atau 67,51 persen dari target.

Untuk transfer daerah terdiri dari dana perimbangan yang sudah terserap Rp505,2 triliun yang di dalamnya mencakup Dana Alokasi Umum (DAU) Rp332 triliun, Dana Bagi Hasil (DBH) Rp67,5 triliun, DAK fisik Rp33,7 triliun dan DAK nonfisik Rp37,7 triliun.

Diakui untuk dana desa memang serapannya lebih kecil dari tahun lalu. Karena di periode yang sama tahun lalu sudah mencapai 80,47 persen dari target.

Ubaidi beralasan bahwa desa-desa masih melakukan konsolidasi untuk bisa menyerap dana tersebut. Desa mesti memberikan laporan pada kabupaten, kabupaten perlu kondolidasi dari data seluruh desa. Dia bilang, untuk mencairikan dana desa maka persyaratannya harus memenuhi output 50 persen dan input 75 persen.

"Nah yang ada di daerah itu sekitar 95 persen harus sudah disalurkan juga. Tapi ada beberapa desa yang belum memenuhi syarat," ujar dia.

Lebih jauh terkait capaian hingga akhir tahun, dirinya tak mau berandai-andai dan masih akan melihat dan mengevaluasi dari adanya peraturan baru terkait penyaluran transfer daerah dan dan desa ini. Namun yang pasti melihat yang tahun-tahun sebelumnya tak mencapai 100 persen.

metrotvnews.com

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :