Pakai Kartu Tani, Petani Nantinya Bisa Tarik Tunai di ATM

Pakai Kartu Tani, Petani Nantinya Bisa Tarik Tunai di ATM

Jakarta - Distribusi pupuk subsidi mulai tahun depan menggunakan skema tertutup dengan Kartu Tani. Petani akan mendapatkan jatah subsidi sesuai lahan garapannya.

Tahap awal program Kartu Tani berjalan di Pulau Jawa mulai 2018. Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian (Kementan), Muhrizal Sarwani, menjelaskan kartu tani yang memiliki saldo ini juga bisa digunakan sebagai kartu debit atau tabungan bagi petani.

"Nanti belakangan jadi kartu debit, dia harus menabung. Uangnya dia sendiri, kalau dia dapat bantuan pemerintah bisa lewat situ," jelas Muhrizal ditemui di Hotel Santika, Jakarta, Rabu (30/8/2017).


Menurut Muhrizal, sebagaimana Kartu Keluarga Sejahtera untuk distribusi bantuan pangan non tunai, pemerintah akan menstrasfer saldo sesuai jumlah subsidi yang diterima petani berdasarkan lahan garapannya. Uang di kartu tani hanya bisa dicairkan untuk membeli pupuk subsidi di kios-kios resmi lewat mesin EDC.

"Itu tak bisa diuangkan, hanya untuk beli pupuk subsidi. Pakai kartu, dia bisa beli pupuk urea Rp 1.800/kg, kalau non subsidi 4.800/kg, artinya dapat Rp 3.000/kg yang disubsidi," tutur Muhrizal.

Untuk bank penerbit Kartu Tani terdiri dari 3 bank BUMN, yaitu BRI untuk Banten, Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Bank Mandiri di Jawa Barat, dan Bank BNI untuk Jawa Timur.

Penggunaan Kartu Tani dilakukan untuk meminimalkan penyelewengan penggunaan pupuk. Selain itu, lewat kartu, penyerapan dan distribusi pupuk bisa lebih terpantau.

"Kalau tanpa kartu bisa tambah parah lagi, kalau dengan kartu jatah sudah jelas karena lahannya berapa. Tebus nanti di kios, hampir sama kayak non tunai beras. Dia hanya ke kios tertentu yang sudah ditentukan, dan hanya boleh nebus, tapi uangnya enggak boleh diuangkan, kalau kita urea, NPK, ZA, organik, misalnya masing-masing jatahnya 50 kg," terang Muhrizal.

Menurutnya, pupuk subsidi per 1 Januari 2018 hanya bisa dibeli pakai Kartu Tani dan digesek pada mesin EDC (Electronic Data Capture) yang tersedia pada distributor pupuk.

"Itu sudah 3,5 juta petani sudah verifikasi. Terima kartu sudah semua itu, kalau pemakaian digesek kan perlu infrastruktur, kalau internet macet enggak ada di desa, EDC lagi dibenahi, ini kartu yang cetak, jumlah petani yang sudah ada di kita 5,6 juta. EDC di kios-kios tergetnya ada 17.000 kios, 11.000 sudah terpasang," terang Muhrizal. (idr/hns)

detik.com

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :