Seperti Sawit, Jagung Indonesia Diyakini 'Mengguncang' Dunia

Seperti Sawit, Jagung Indonesia Diyakini 'Mengguncang' Dunia

Jakarta– Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) optimis Indonesia mengungguli Brasil dan menjadi produsen jagung terbesar di dunia.

Penasihat GPMT, Sudirman, lantas mencontohkan dengan pertumbuhan tanaman sawit di Indonesia, di mana sekarang berhasil menjadi produsen nomor satu dunia di banding tahun 1970-an.

"Tahun '70, industri sawit belum ada, kita kesulitan. Tapi dengan perencanaan baik, lahan disediakan, 20-30 tahun kita sudah menjadi produsen sawit terbesar di dunia," ujarnya di Jakarta, Senin (7/8/2017).

Menurut Sudirman, keinginan itu bukan ilusi. Soalnya, Indonesia memiliki potensi yang besar sebagai negara tropis. Misalnya, mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun, curah hujan cukup, luas daratan hampir 2 juta km2.

"Mungkinkah itu terjadi? Mungkin saja. Tapi, harus disiapkan (dengan matang dan sejak dini, red)," jelas mantan Ketua Umum GPMT ini.

Dalam rangka membantu pemerintah merumuskan kebijakan tepat guna terkait visi besar tersebut, Pusat Kajian Pangan Strategis (PKPS) berencana menggelar "Konvensi Jagung Nasional 2017".

Dijadwalkan kegiatan berlangsung sekitar satu bulan lagi dan bakal melibatkan seluruh pihak terkait (stakeholder).

Di luar jagung, beberapa komoditas pertanian Indonesia masuk lima besar dunia. Diantaranya, lada nomor 1, beras dan cokelat tiga besar, serta produk kopi berada diurutan keempat.

Sebelum konvensi tersebut digelar, kata Sudirman, PKPS menawarkan tiga tahapan sistematis dan strategis pengembangan jagung. Pertama, penyelamatan (rescue), di mana fokus penambahan stok jagung 3 juta ton/tahun sebagai substitusi impor.

Kedua, pemulihan (recovery). Yakni, fokus pengadaan dan pengelolaan stok jagung 12 juta ton/tahun untuk kebutuhan industri pakan ternak besar, sedang, dan kecil. Terakhir, pembangunan (development), di mana menjadikan Indonesia sebagai eksportir jagung.

rilis.id 

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :