Posisi RI Penghasil Kakao Terbesar Ketiga Nyaris Disalip Ekuador

Posisi RI Penghasil Kakao Terbesar Ketiga Nyaris Disalip Ekuador

JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian mengemukakan bahwa posisi Indonesia sebagai penghasil kakao terbesar ketiga di dunia nyaris tersalip oleh negara lain. Hal ini lantaran produksi kakao nasional yang terus mengalami penurunan.  Deputi II bidang Pertanian dan Pangan Kemenko bidang Perekonomian Musdalifah mengungkapkan, negara yang hampir menyalip Indonesia dalam hal produksi kakao adalah Ekuador. Saat ini, total produksi kakao di negara tersebut hampir menyamai Indonesia.

"Kita ketiga (produksi kakao dunia) harusnya dalam hal produksi. Mudah-mudahan bertahan ketiga, karena Ekuador sudah dekat sama kita," katanya di Gedung Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (9/2/2018).

Dia menuturkan, saat ini produsen kakao pertama di dunia ditempati Pantai Gading dan kedua yaitu Ghana. Meskipun masih bisa berproduksi, Indonesia sendiri saat ini juga mengimpor kakao dari Ghana. Hal ini demi kebutuhan industri nasional agar cita rasa menjadi lebih beragam, dan meningkatkan daya saing Indonesia.

"Paling enggak kalau kita mau punya daya saing rasa terkait rasa, selera kan kita harus penuhi, harus kita campur-campur," ujarnya.

Kendati demikian, Indonesia juga mengekspor produksi kakao keluar negeri meskipun dalam jumlah yang sedikit. Dari total produksi kakao sebanyak 400 ribu ton, Indonesia setidaknya mengekspor 60 ribu ton keluar negeri.

"Di luar itu kan banyak industri jadi kadang-kadang mereka sama seperti kita impor untuk mencampur rasa. Impor-ekspor sedikit. Jadi, yang ekspor pun enggak banyak lagi, 60 ribu ton jadi dari 400 ribu ton ekspornya," kata dia.

sindonews

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :