Dengan Kerja Sama, Indonesia Akan Ungguli Industri Ikan Hias Singapura

Dengan Kerja Sama, Indonesia Akan Ungguli Industri Ikan Hias Singapura

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti berpendapat Indonesia bisa lebih unggul dari Singapura dalam industri ikan hias. Demikian dilansir dari laman resmi KKP, Selasa (5/11).

Pendapat Menteri Susi didasarkan pada data tren nilai ekspor ikan hias dunia pada 10 tahun terakhir pada 2007 hingga 2016. Singapura mengalami tren negatif 4.47% per tahun. Sementara itu, Indonesia mengalami tren positif sebesar 15.17% per tahunnya.

Melihat potensi ikan hias Indonesia ini, dengan tegas Menteri Susi menyampaikan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) siap membantu. Apalagi untuk memajukan industri ini, dibutuhkan kerja sama antarberbagai pihak khususnya di bidang penanganan khusus, mulai dari penangkaran, pembudidayaan, perizinan, hingga transportasi agar ikan hias bisa diantar dalam keadaan hidup.

“Masak negara yang lebih besar 100 kali dari Singapura, pemasarannya harus bergantung dengan negara yang 100 kali lebih kecil dari kita? Untuk itu kita bisa bekerja sama, KKP siap membantu apa saja yang diperlukan,” kata Susi saat menutup Pameran Ikan Hias Internasional (2nd Indonesia Ornamental Fish & Aquatic Plant Show) Nusantara Aquatic (Nusatic) 2017 di ICE BSD Tangerang, Sabtu (2/12).

Bahkan, Susi mengatakan bersedia untuk mengundang pengusaha dalam sebuah forum bisnis.

“Para pengusaha di sini bisa kita undang dalam business forum, kita bantu display, bantu marketing hasil produksi. Apa saja yang diperlukan untuk menjadikan Indonesia nomor satu di bisnis ini,” papar Menteri Susi.

Data pada 2016 menunjukkan bahwa Indonesia merupakan eksportir ikan hias nomor 5 di dunia yang mampu mengambil pasar hingga 7,13 persennya. Jumlah ini masih kalah dari Singapura yang merupakan eksportir utama di dunia yang mencapai angka 12, 44 persen.

Budi daya kurangi ketergantungan 

Selain itu, Susi mengatakan, untuk mendorong produktivitas perikanan di Indonesia baik itu ikan hias maupun ikan konsumsi, Menteri Susi mendorong tiap stakeholder untuk mulai melakukan budidaya mengurangi ketergantungan suplai dari alam.

“Saya berharap Nusatic menjadi salah satu pendukung pemerintah untuk memperkenalkan sumber hayati laut yang berkelanjutan, terus banyak ikannya supaya kita bisa panen, industri bisa untung, nelayan juga bisa untung. Jadi kalau pemerintah membuat aturan bukan untuk memberhentikan bisnis, tapi untuk memajukan bisnis itu untuk ke depannya,” ungkap Susi. (*)

infonawacita

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :