Petani Kakao Kesulitan Akses Benih Unggul

Petani Kakao Kesulitan Akses Benih Unggul

 BANDAR LAMPUNG - Petani masih terkendala akses benih unggul guna meningkatkan produktivitas kakao yang saat ini masih rendah. Di sisi lain, bantuan pemerintah untuk peningkatan produksi kakao juga masih minim.

Padahal, hampir 96% perkebunan kakao adalah kebun rakyat yang melibatkan 1,7 juta petani dengan kepemilikan rata-rata 1 ha tiap petani.

Cocoa Life Program Coordination Manager Sumatera Mondelez International Zulqarnain mengatakan, produktivitas kakao masih rendah. Survei cocoal life yang dilakukan di Lampung dan Sulawesi Selatan menunjukkan rata-rata produktivitas lahan kakao 354 kg per ha/tahun. Rata-rata pendapatan petani kakao Rp6,1 juta per tahun. Dan hanya 58% petani yang mengikuti pelatihan agronomi dan manajemen kebun yang layak.

"Komoditas kakao sudah dalam kondisi kritis, karena terdiri dari banyak petani kecil dengan metode penanaman tradisional," katanya dalam kegiatan kunjungan cocoa life ke petani kakao di Lampung, Kamis (10/8).

Rendahnya produktivitas kakao disebabkan belum banyak petani memiliki pengetahuan pola pertanian yang baik. Selain itu, akses petani terhadap benih unggul masih minim.

Zul mengatakan, petani dengan pola bertanam tradisional cenderung menggunakan biji lokal sebagai bahan tanam. Tanpa perawatan yang baik dan pemangkasan seadanya, akibatnya tanaman mudah terserang hama penyakit. Produksi kakao pun menurun.

bisnis.com

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :