Dana Desa Dorong Desa Wisata Ini Makin Dikenal Publik

  • Kategori UKM Desa --
  • Senin, 5 Juni 2017 12:45
Dana Desa Dorong Desa Wisata Ini Makin Dikenal Publik

JAKARTA -- Potensi wisata di Kabupaten Ende semakin berkembang. Adanya dana desa mempercepat perkembangan pariwisata di daerah yang berlokasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini. Salah satu yang kini semakin menonjol yakni desa Waturaka.

Jika masuk ke kawasan desa ini, wisatawan akan disuguhkan asrinya perbukitan di Kecamatan Kelimutu. Suhu udara yang dingin semakin memanjakan wisatawan yang hendak melancong ke desa yang terletak di bawah kaki Gunung Kelimutu ini. Belum lama ini desa Waturaka mendapat penghargan sebagai Desa Wisata Terbaik Kategori Wisata Alam dari Kementrian Desa.

Kepala Desa Waturaka, Aloysius Djira Loy mengatakan mengatakan potensi di daerah ini makin berkembang sejak adanya dana desa. Menurut dia, dana desa sangat mendukung pembangunan kawasan wisata di wilayahnya. Untuk tahun ini, Dana Desa ia gunakan untuk melengkapi sarana infrastruktur desa. Hasil musyawarah desa juga menyepakati agar Dana Desa digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.

"Dana Desa kami fokuskan untuk melengkapi sarana infrastruktur jalan maupun infrastruktur pertanian seperti perbaikan irigasi dan perbaikan sarana air bersih. Itu juga untuk mendukung pengembangan sektor agrowisata. Tentu semuanya untuk menunjang daya tarik disini," ujarnya.

Sementara itu, Pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Blasius, mengatakan, dirinya terus memberikan pendampingan kepada masyarakat agar semakin berkembang dalam mengelola potensi desa. Dirinya juga bekerjasama dengan lembaga pariwisata Swisscontact untuk pendampingan warga. Lembaga tersebut, lanjut Blasius, juga turut membantu promosi potensi pariwisata Desa Waturaka.

"Tidak sedikit wisatawan asing yang datang, diantaranya dari Prancis dan Swiss. Mayoritas mereka hendak menuju Danau Tiga Warna Kelimutu. Karenanya melalui Pokdarwis, kami terus memberikan berbagai pendampingan dan pengetahuan kepada masyarakat untuk pengembangan jasa homestay dan lainnya,” ujarnya.

Salah satu warga yang menyewakan rumahnya sebagai homestay, Robertus Lele, bahkan mengajak serta para wisatawan asing untuk mengikuti aktivitas bermasyarakat. Hal tersebut, menurutnya, adalah upaya agar para wisatawan semakin betah dan memberikan kesan tersendiri.

“Turis betah karena mereka terjun langsung ke masyarakat dan berbaur bersama, bahkan juga ikut memasak. Mereka juga kami ajak ke sawah untuk menanam padi, panen sayur, dan buah-buahan. Ini yang membuat mereka mereka senang dan terkesan,” ungkap Robert yang membuka jasa homestay sejak 2015 lalu.

republika.co.id

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :