Kemenkop dan UKM Dorong Petani Bentuk Koperasi

  • Kategori UKM Desa --
  • Selasa, 6 Februari 2018 10:45
Kemenkop dan UKM Dorong Petani Bentuk Koperasi

JAKARTA -- Kementerian Koperasi dan UKM mendorong agar petani di daerah membentuk koperasi untuk menggerakan ekonomi rakyat. Menteri Koperasi dan UKM AA Gede Ngurah Puspayoga meminta agar petani membentuk koperasi agar lebih memudahkan petani melakukan kegiatannya.

"Mulai dari pengadaan bibit, pembelian pupuk dan pemasaran," katanya, melalui keterangan resminya, Senin (5/2/2018). Hal tersebut disampaikan pada kesempatan panen perdana kacang tanah yang merupakan kemitraan antara PINBAS MUI, Garuda Food, Perhutani dengan petani yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Puspayoga mengapresiasi pola kemitraan ini yang dinilai sebagai model yang bisa mewujudkan program Presiden Jokowi untuk pemerataan kesejahteraan rakyat.

"Pertumbuhan ekonomi itu tidak hanya pertumbuhan untuk segelintir orang, tapi bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Salah satu jawabnya melalui program kemitraan ini," katanya. Dia mengatakan model ini memberikan keuntungan siginifikan bagi petani. Dalam satu hektare lahan kacang tanah, dapat menghasilkan pendapatan Rp18 juta tiap panen, sedangkan biaya produksi hanya Rp4 juta.

"Artinya, dari tiap hektare keuntungan petani Rp14 juta. Kalau satu hektare dikelola 1 KK, pendapatannya lumayan besar. Model ini harus dikawal terus agar bisa berhasil," katanya.

Sementara itu, Komisaris Garuda Food Group Hartono Atmadja mengatakan program kemitraan akan terus dijalankan sesuai dengan misi perusahaan untuk memberi makna bagi masyarakat.

Adapun, Syafii Latuconsina, PIC PINBAS mengatakan kerjasama dengan petani dilakukan oleh MUI secara nasional. Khusus di Bojonegoro, pemberdayaan melalui pertanian kacang tanah. Disebutkan lebih dari 8000 petani yang tergabung dalam LMDH akan menanami 2.200 hektare tanah milik Perhutani. Adapun Garuda Food menjamin pembelian hasil panen dengan harga yang telah disepakati, sekitar Rp5400/kg.

"Dengan jaminan harga yang disepakati, petani mendapatkan harga terbaik," kata Syafii. Menurutnya kemitraan ini berhasil mengangkat pendapatan petani. PINBAS bertindak memberikan pendampingan cara bertani yang benar sehingga produksi meningkat, rata-rata 3-4 ton per hektare. PINBAS juga memberikan bantuan kredit modal kerja untuk mendukung petani tidak berhenti menanam dengan alasan tidak punya modal.

Syafii mengakui sebelum ada kemitraan hasil pertanian masyarakat di Kecamatan Dander tidak menentu. Mereka menanami berbagai komoditas namun produksi rendah, kualitas jelek akibatnya harga anjlok.

Panen perdana kacang tanah merupakan tindak lanjut Kongres Ekonomi Umat, MUI melalui Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas) MUI dan KSP menggandeng PT Perhutani dan Garuda Food meluncurkan Program baru yaitu AGRIKANAS (Agribisnis Kacang Nasional) di Bojonegoro, Jawa Timur.

Realisasi tahap pertama kemitraan diwujudkan dengan pelaksanaan tanam raya perdana kacang tanah di Desa Dander, Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pada 31 Oktober 2017.

bisnis

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :