Kembangkan Produk Unggulan Kawasan Pedesaan, Kemendes PDTT Libatkan ‘Stakeholder‘

  • Kategori UKM Desa --
  • Kamis, 1 Februari 2018 10:59
Kembangkan Produk Unggulan Kawasan Pedesaan, Kemendes PDTT Libatkan ‘Stakeholder‘

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi ( Kemendes PDTT) menggelar acara bertajuk "Temu Bisnis, Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Pedesaan" di Kantor Kemendes PDTT, Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Forum tersebut melibatkan 20 bupati/perwakilan, perusahaan swasta, perbankan, dan beberapa kementerian/lembaga terkait.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan, keterlibatan para pemangku kepentingan atau stakeholder dalam temu bisnis tersebut diharapkan dapat mempercepat dan menjamin efektifitas produk unggulan kawasan pedesaan ( Prukades). Hingga saat ini, program Prukades telah diterapkan di 43 kabupaten dengan produk unggulan yang berbeda-beda.

“Dalam forum ini, mereka (bupati) saling menunjukkan produk unggulan masing-masing di setiap daerah. Kemudian bank dan dunia usaha mendengar. Dalam hal ini bank dan dunia usaha akan melihat opportunity (peluang),” ujar Menteri Eko.

Ia menjelaskan, Prukades adalah upaya untuk membentuk klaster ekonomi yang saat ini "dikeroyok" oleh 19 kementerian/lembaga. Klaster ekonomi dibutuhkan untuk memenuhi skala produksi agar sarana pascapanen bisa masuk ke desa.

“Desa kita ini miskin karena tidak punya pasar. Pasar itu apa? Ya sarana pascapanen, kalau sektor pertanian. Nah, sarana pascapanen tidak bisa masuk ke desa karena skala produksinya tidak cukup sehingga menjadi tidak ekonomis,” terangnya.

Menteri Eko menambahkan, program Prukades adalah model yang dapat menguntungkan pihak petani maupun swasta. Masyarakat dapat berperan sebagai pelaku proses produksi, sedangkan swasta hanya berlaku sebagai off taker, rantai pemasaran, dan rantai input produksi.

netralnews

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :