Harga Tinggi Budi Daya Vanili Menjanjikan

  • Kategori Indofood --
  • Rabu, 9 Agustus 2017 14:36
Harga Tinggi Budi Daya Vanili Menjanjikan

HARGA jual vanili kering saat ini yang sangat tinggi yaitu mencapai Rp 6 juta per kilogram. Nilai jual ini menjanjikan keuntungan besar bagi petani. Meski menjanjikan keuntungan besar, luas lahan vanili di Bali terus mengalami penurunan.

Luas lahan vanili di Bali, menurut, Ir. I Ketut Soma, Seksi Pembenihan dan Perlindungan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali, karena hama yang menyerang sehingga banyak tanaman vanili yang mati. Hal ini pulalah yang mengakibatkan harga jual vanili luar biasa tinggi. “Produksi yang terbatas dan permintaan yang tinggi, otomatis harga vanili melambung,” tukasnya.

Hama busuk batang yang menyerang tanaman vanili, hingga saat ini belum dapat diatasi sehingga luas lahan makin menyempit. “Berbagai upaya telah kami lakukan dengan menggandeng stakeholder terkait termasuk akademisi, tetapi penyakit busuk batang ini belum juga dapat teratasi,” tuturnya.

Melihat kondisi tersebut, memang banyak pohon vanili yang mati dan petani tidak berani menanam lagi, karena takut akan kerugian yang akan dialami bila pohon vanili kembali terserang penyakit.

“Padahal dari segi pasar sangat terbuka lebar, permintaan di dalam negeri saja belum bisa terpenuhi, apalagi permintaan dari luar negeri juga sangat tinggi. Budidaya Vanili ini sebenarnya sangat menjanjikan,” tukasnya. Untuk itu, pihaknya terus berupaya mencari solusi untuk membantu para petani vanili tersebut.

Saat ini juga telah dicoba menanam jenis vanili baru, yang diharapkan lebih tahan dari hama busuk batang tersebut. “Kita coba kembangkan bibit baru, dengan harapan tahan terhadap hama. Tetapi hasilnya belum dapat kami pastikan, apakah benar-benar tahan terhadap penyakit,” ucapnya.

Dengan demikian Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali berharap, budi daya vanili di Bali dapat kembali berkembang dan memberikan kesejahteraan kepada para petani.

Lahan yang masih bertahan di daerah Buleleng, Gianyar, Badung dan Jembrana namun dalam luas yang tidak terlalu besar. Petani yang tanaman vanilinya terserang hama memang memilih untuk beralih ke budi daya tanaman lain. Untuk itu ke depan pihaknya berharap dapat membangkitkan kembali budi daya vanili di Bali. (pur)

bisnisbali.com

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :