Tuna Raksasa Tangkapan Nelayan Dagho Mayoritas Diekspor ke Jepang

Tuna Raksasa Tangkapan Nelayan Dagho Mayoritas Diekspor ke Jepang

Ikan tuna sirip kuning (yellowfin) yang berhasil ditangkap nelayan Desa Dagho, Kecamatan Tamako, Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara rata-rata memiliki kualitas sangat baik. Sehingga mayoritas hasil tangkapan mereka diekspor keluar negeri, misalnya ke pasar Jepang dan Korea.

Kepala Unit Perum Perindo wilayah Sulawesi Utara, Indar Wijaya mengatakan sebelum diekspor, ikan tuna hasil tangkapan nelayan Dagho dijual oleh nelayan ke Unit Pengolahan Ikan (UPI) Pelabuhan Pantai Dagho. Kemudian ikan tuna dibawa ke pabrik pengolahan untuk dipotong menjadi bentuk loin (daging segar). Beberapa juga diolah menjadi ikan kaleng. Kemudian hasil olahan tersebut dikirim ke Kota Bitung lalu diekspor ke Jepang dan Korea.

"Untuk sementara ini dari UPI dibawa ke pabrik loin tuna dan pengalengan di kota Bitung dan selanjutnya untuk ekspor dalam bentuk loin tuna dikirim ke Jepang, Korea, dan negara-negara Asia," jelas Indar saat dikonfirmasi oleh kumparan, Jumat (4/8).

Meskipun ikan tuna hasil tangkapan nelayan Dahgo telah memiliki pasar global, namun menurut Indar, ikan tuna Dagho juga dijual di berbagai pasar lokal dalam negeri. Namun dirinya tak menyebutkan pasar lokal mana saja ikan tuna Dagho dipasarkan

"Ada pula dijual di pasar lokal," imbuh Indar.

Sebagai informasi, ikan tuna Dahgo, rata-rata memiliki bobot antara 30 hingga 60 kg/ekor. Harga jual nelayan ke UPI sekitar Rp 30.000 hingga Rp 50.000/ kg untuk kualitas terbaik (Grade A), sedangkan kualitas di bawahnya dihargai Rp 20.000 hingga Rp 25.000/kg.

Jika kondisi laut sedang bersahabat, nelayan Dahgo sekali melaut mampu menangkap 3 hingga 5 ekor ikan tuna sirip kuning di perairan Pulau Sangihe, melalui alat pancing dengan kapal tempel berukuran 5 Gross Ton (GT). 

kumparan.com

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :