Pemerintah Jangan Menutup Diri Dari Impor

Pemerintah Jangan Menutup Diri Dari Impor

Harga komoditas pangan meningkat. Jika hal ini tidak segera diatasi, harga dikhawatirkan akan semakin tinggi mengingat akan datangnya momen Natal. Kepala Bagian Penelitian Center for Indonesia Policy Studies (CIPS) Hizkia Respatiadi mengatakan, musim hujan yang melanda beberapa wilayah di Indonesia memang membuat petani sulit memanen hasil tanamannya. Hal inilah yang menyebabkan naiknya harga komoditas yang ada di pasar.

"Hal ini bisa diatasi kalau sejak awal pemerintah mau melibatkan diri ke dalam perdagangan internasional. Dengan membuka keran impor, terutama untuk komoditas yang kebutuhannya tidak bisa dipenuhi oleh petani lokal, ketersediaan komoditas di pasar akan membantu meredam gejolak harga. Masyarakat akan sangat terbantu," ujar Hizkia dalam keterangannya, Selasa (21/11). 

Pemerintah memasang target swasembada untuk beberapa komoditas pangan. Hal ini sulit tercapai mengingat beberapa hal seperti semakin berkurangnya lahan pertanian, berkurangnya jumlah petani dan juga gencarnya pembangunan infrastruktur. Pemerintah, lanjut Hizkia, sebaiknya bersikap realistis dan tidak menutup diri dari impor.

Kenaikan harga beberapa komoditas pangan berkisar antara Rp 3 ribu hingga Rp 7 ribu. Kenaikan ini sudah ditemukan di sejumlah pasar tradisional di Jakarta. 

Ketersediaan komoditas pangan menurut Hizkia, akan membuat harga pangan stabil dan memperluas jangkauannya untuk bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat. Dengan harga pangan yang terjangkau juga, pemerintah akan mampu menciptakan ketahanan pangan atau food security di Tanah Air. 

Selain impor, kata dia, pemerintah perlu menghapus kebijakan-kebijakan yang tidak mendukung terciptanya food security.[wid]

rmol.co

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :