Garap Lahan Sawah Seluas-luasnya

  • Kategori Ekonomi --
  • Kamis, 11 Januari 2018 16:42
Garap Lahan Sawah Seluas-luasnya

MALINAU-Kepala Desa Kaliamok Kecamatan Malinau Utara, Rustam Efendi mengungkapkan, banyak potensi lahan sawah yang sebenarnya bisa digarap secara maksimal untuk meningkatkan produksi pertanian masyarakat.  Hal ini mendukung program pertanian pemerintah daerah untuk mewujudkan program Beras Daerah (Rasda) dan menjadi swasembada beras di Desa Kaliamok khususnya. Selain itu, aparat desa juga akan memberi motivasi kepada masyarakat desa khususnya petani yang tergabung dalam kelompok tani.  

Dengan harapan, dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian para petani baik secara perorangan maupun secara kelompok. Dirinya yang baru saja dilantik dan menjabat sebagai kades Kaliamok lebih kurang dua bulan tersebut mengakui bahwa salah satu program kerjanya sebagai Kepala Desa Kaliamok adalah meningkatkan produktivitas pertanian. Terutama untuk meningkatkan hasil pertanian dan mendukung program Pemkab Malinau. Khususnya program Rasda harus didukung sepenuhnya agar terlaksana dengan baik. “Karena, selama ini saya beladang dan mungkin petani lainnya cukup besar. Tapi hasilnya tidak sesuai,” akunya.

Tapi, dikatakan Rustam Efendi lagi, dengan adanya pelatihan sekolah lapang ini dirinya dan anggota dari 8 kelompok tani Desa Kaliamok bisa mengetahui cara- cara bertani yang baik. Mulai dari cara pemilihan bibit atau benih yang baik, penyemaian benih padi dari bibit sedikit tapi hasil banyak hingga pelaksanaan penanaman dengan sistem jajar legowo. Gerakan ini diterapkan mulai oleh 8 kelompok tani di Desa Kaliamok dengan mendapat bimbingan dan pendampingan dari PPL di Malinau Utara. “Bahkan sudah diumumkan saat di gereja agar masyarakat bisa membuka ladang dan sawah sebesar-besarnya dan hasilnya bisa di jual ke Perusda. “Ini salah satu upayanya dari desa (Kaliamok),” tegasnya.

Tak hanya itu, Rustam Efendi juga akan memberikan alokasi dana desa untuk mendukung program pertanian di Desa Kaliamok. Terutama jalan tani sebagai infrastruktur pendukung terpenting sebagai akses petani dalam mengangkut hasil pertaniannya keluar sawah yang minimal bisa dilalui kendaraan bermotor. Sebab, kebanyakan di Desa Kaliamok ini jalan tani ke sawah hanya jalan setapak. Walau hasil banyak, tapi jika jalan tani tidak ada tetap tidak akan bisa dijual hasilnya. “jadi, kalau jalan tani tidak ada, kita buatkan dulu agar aksesnya lebih mudah, ini sebagai upaya kita terlebih dahulu,” tukasnya. (ida/fly)

prokal.co

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :