Minat Generasi Muda Geluti Pertanian Kian Tinggi

  • Kategori Ekonomi --
  • Rabu, 11 Oktober 2017 10:37
Minat Generasi Muda Geluti Pertanian Kian Tinggi

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman telah membuat berbagai kebijakan antisipasi guna mengawal proses transformasi struktural dan regenerasi petani.Kebijakan itu antara lain hilirisasi pertanian, modernisasi pertanian, regenerasi, dan peningkatan kapasitas SDM pertanian.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementan, Suwandi menyebutkan bahwa kebijakan pembangunan pertanian Mentan berdampak pada tingginya minat generasi muda ke pertanian. 

Beberapa indikasinya, pemuda tani sekarang giat menanam jagung, banyak pemuda mendaftar di STPP (Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian), dan Fakultas Pertanian sekarang semakin diminati. Indikasi lainnya terlihat dari peserta tes CPNS 2017 yang mendaftar ke Kementan sebanyak 80.308 peserta.

"Padahal formasinya hanya 475 orang atau setiap formasi diperebutkan 169 pelamar," sebut Suwandi di Jakarta, Minggu (8/10).

Berdasarkan data Badan Kepegawaian Nasional, Kementan menjadi peringkat kedua peserta CPNS terbanyak tahun 2017 ini. Peringkat pertama, Kementerian Pendidikan dan kebudayaan 162.225 pelamar memperbutkan 300 formasi atau 1:540. 

Suwandi menjelaskan proses transformasi struktural harus dikelola dan dikawal dengan baik. Langkah pertama, mesti dipastikan tenaga kerja yang keluar dari pertanian tertampung ke sektor lain. Selanjutnya petani tidak saja di on-farm tetapi harus bergerak ke sektor hilir. Hilirisasi inilah yang akan menyerap jutaan tenaga petani, memberikan nilai tambah dan menyelamatkan jutaan petani di desa menjadi sejahtera.

"Langkah kedua, proses transformasi ini menjadi momentum untuk modernisasi dengan mekanisasi alat mesin pertanian yang hemat tenaga kerja, hemat waktu, efisien biaya, dan meningkatkan hasil, menurunkan susut hasil dan sebagainya. Modernisasi dilakukan sejalan dengan perkembangan teknologi," jelasnya.

Langkah ketiga, regenerasi petani. Adanya teknologi mekanisasi inilah, membuat kini banyak generasi muda malah terjun ke sektor pertanian. Generasi muda tidak perlu lagi turun ke lumpur namun dengan mesin para pemuda bisa bertani dengan lebih efisien, lebih cepat, dan hasilnya lebih berkualitas. 

Pemuda tani dilatih menggunakan alat mesin, perbengkelan, jasa dan lainnya. Kementan menggerakan dengan Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita), pemuda tani di desa saat ini terjun menggarap lahan tidur untuk ditanami jagung.

"Gempita pun di bulan Desember 2017 menggelar kontes Agriventor yang tujuannya untuk menumbuhkan dan menemukan penemu muda bidang teknologi dan inovasi pertani guna percepatan pembangunan pertanian dan kesejahteraan petani. Generasi muda pasti bertambah terjun ke pertanian," ujarnya. [ian]

rmol.co

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :