Tingkatkan Produksi Pangan dari Sektor Perikanan Minapadi

  • Kategori Ekonomi --
  • Kamis, 14 September 2017 11:56
Tingkatkan Produksi Pangan dari Sektor Perikanan Minapadi

Sukabumi, - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan penebaran benih ikan pada percontohan minapadi dan budidaya lele sistem bioflok di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan salah satu program prioritas dan andalan KKP dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Turut hadir pula dalam acara itu Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki.


Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menyampaikan, isu ketahanan pangan saat ini menjadi tantangan besar di setiap negara. “KKP melakukan upaya ini untuk meningkatkan produksi pangan dari sektor perikanan, salah satunya melalui peningkatan produktivitas lahan. Namun hal itu harus tetap mempertimbangkan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan usaha,” kata Slamet, melalui pesan singkat, Rabu (13/9).

Untuk menjawab hal itu, KKP melakukan inovasi teknologi yang efektif dan efisien dalam kegiatan budidaya, juga mampu diintegrasikan dengan kegiatan subsektor pangan lainnya atau diversifikasi, di antaranya melalui minapadi. Diharapkan dalam satu lahan tidak hanya dikembangkan satu jenis komoditas saja tetapi multi komoditas sehingga produktivitas lahan akan meningkat.

Sementara itu, Teten menyampaikan, kehadirannya ini merupakan bentuk dukungan Presiden Jokowi terhadap program berbasiskan kepentingan masyarakat banyak, terlebih sangat strategis untuk ketahanan pangan nasional.

“Petani akan mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi serta efisien baik secara waktu maupun lahan,” ujar Teten. Teten menambahkan, Presiden Jokowi sampat terkejut mendapatkan penjelasan dari Kementerian Luar Negeri Norwegia bahwa 60% sumber PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) di Norwegia berasal dari ikan Salmon. Berkaca dari Norwegia, Presiden yakin Indonesia pun mampu melakukan hal serupa karena memiliki potensi besar baik untuk budidaya laut, payau maupun tawar.

Dalam kesempatan itu, KKP menyerahkan bantuan percontohan minapadi seluas 50 hektare senilai Rp 1,65 milyar dan 5 paket budidaya lele sistem bioflok senilai Rp 1 milyar kepada pembudidaya dan pondok pesantren di Kabupaten Sukabumi.

Saat ini, budidaya minapadi menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dengan terus bertambahnya daerah sentra minapadi. Antara lain Provinsi Sumatera Utara seluas 8.770 ha, Sumatera Selatan seluas 14.575 ha, Jawa Barat seluas 31.753 ha, Jawa Tengah seluas 6.176 ha, Jawa Timur seluas 25.654 ha, Sulawesi Selatan seluas 12.962 ha, dan Sulawesi Tenggara seluas 5.038 ha. KKP juga terus bekerjasama dengan Kementerian Pertanian untuk mendorong pengembangan minapadi di berbagai daerah di Indonesia.

Sebagai gambaran, saat ini Indonesia memiliki potensi lahan minapadi sebanyak 4,9 juta ha, namun pemanfaatannya baru mencapai 128 ribu ha atau hanya 2,6 %. Berdasarkan data ini, jika potensi lahan minapadi dapat dioptimalkan maka akan didapatkan produksi padi sebanyak 68 juta ton per tahun dan produksi ikan 9,8 juta ton per tahun.

Indonesia juga tercatat sebagai pionir pengembangan minapadi di dunia dan kini telah menjadi rujukan bagi negara lain khususnya di Asia Pasifik. Sejak tahun 2014 FAO telah menginisiasi kerja sama dengan KKP dan Kementerian Pertanian melalui program FAO Regional Initiative.

gatra.com

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :