BUMDes Bakal Salurkan Bantuan Pangan Non Tunai Berupa Telur & Beras

  • Kategori Desa --
  • Rabu, 6 Desember 2017 09:52
BUMDes Bakal Salurkan Bantuan Pangan Non Tunai Berupa Telur & Beras

 JAKARTA--Pemerintah bakal menjadikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah, berupa telur dan beras. Dari sekitar 22.000 BUMDes, terdapat 6.000 BUMDes yang dinilai siap untuk menyalurkan BPNT. 

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan selain menjadi penyalur, BUMDes juga bisa berperan ganda atau menjadi suplier. Menurutnya, ke depan BUMDes bisa menjadi penyalur subsidi-subsidi lain yang dicanangkan pemerintah.

"Kalau di desa tersebut sektor pertaniannya seperti beras memenuhi, maka beras cukup diambil dari desa setempat. Tapi kalau di desa itu ada BUMDes tapi tidak ada sektor pertaniannya terutama padi, maka ini akan disuplai oleh Bulog, jadi bekerja sama dengan Bulog dan Himbara [Himpunan Bank Negara],jadi mereka sudah otomatisonline,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (05/12/2017).

Adapun, BPNT saat ini telah menyasar sebanyak 1,28 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jumlah tersebut akan bertambah menjadi 10 juta KPM. Seluruhnya akan disalurkan secara non tunai melalui kartu keluarga sejahtera dengan memanfaatkan jaringan perbankan milik Himbara yakni BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BTN.

Menteri BUMN, Rini M Soemarno berpendapat bantuan non tunai melalui BUMDes dapat meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menentukan sendiri apa yang mereka butuhkan di luar kebutuhan beras.

"Tahun depan beras dan telur. Dengan Mitra BUMDes harapannya daerah dimana ada padi kemungkinan bisa kita langsung adakan penggilingan di sana sekaligus pengemasan. Sehingga perputaran uang ada di sana. Mitra BUMDes nanti juga nanti akan dipikirkan untuk beternak telur, sehingga masyarakat bisa dapatkan telur di sana, tidak dari pusat. Sehingga perputaran uang terjadi di daerah, tidak di pusat,” ujarnya.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, program Bantuan Raskin  (Beras Untuk Keluarga Miskin) yang telah diganti menjadi Bantuan Sosial Rastra (Bansos Rastra)  sudah menyasar sebanyak 15,6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dari jumlah tersebut terkonversi 1,28 juta menjadi bantuan pangan. 

Selanjutnya dari 1,28 juta penerima bantuan pangan tersebut pada bulan Januari mendatang akan bertahap menjadi 10 juta penerima bantuan pangan. Sehingga masih tersisa sebanyak 5,6 juta penerima Bansos Rastra.

"Jadi kalau dulu subsidi, sekarang sudah jadi Bansos. Kalau subsidi penerima bantuan pangan harus membayar Rp1.600 per kilogram. Untuk 15 kilogram harus membayar Rp24.000. Tapi tahun depan mereka tidak lagi berkewajiban membayar karena telah menjadi Bansos. Itu yang 5,6 juta. Yang 10 juta terkonversi tahun depan berupa pangan menjadi beras dan telur,”tambahnya.

bisnis

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :