Tingkatkan Peran Pemerintah Desa, Kemnaker Luncurkan 'Desmigratif'

  • Kategori Desa --
  • Selasa, 12 September 2017 11:45
Tingkatkan Peran Pemerintah Desa, Kemnaker Luncurkan 'Desmigratif'

JAKARTA,  - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri meluncurkan Program Desa Migran Produktif (Desmigratif) di 120 desa yang merupakan desa sebagian besar penduduknya bekerja di luar negeri yang memahami sistem penempatan dan perlindungan tenaga kerja baik di dalam maupun di luar negeri.

"Peluncuran ini bertujuan untuk memantapkan kesamaan persepsi dalam pelaksanaan Program Desmigratif di 60 Kabupaten/Kota dan 120 desa terpilih," kata Menaker Hanif dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (12/9/2017). Peluncuran Program Desmigratif berlangsung Senin (11/9/2017) malam dengan tema 'Membangun dan Melindungi Tenaga Kerja Indonesia dari Desa'.

Hanif menjelaskan, Program Desmigratif diharapkan dapat menjadi suatu wadah untuk berdiskusi dan saling memberikan gagasan kepada para pemangku kepentingan. Mengenai Desmigratif,  menurutnya, merupakan upaya terobosan Kemnaker bekerjasama dengan berbagai Kementerian/Lembaga dan swasta untuk memberdayakan, meningkatkan pelayanan serta memberi perlindungan bagi calon TKI/TKI di desa yang menjadi kantong-kantong TKI.

Dalam program ini ada empat pilar utama yang diusung yakni membentuk pusat layanan migrasi. Selain itu, menumbuh kembangkan usaha-usaha produktif TKI dan keluarganya, memfasilitasi pembentukan Rumah Belajar Desmigratif, serta memfasilitasi pembentukan dan mengembangkan Koperasi/Lembaga Keuangan. "Melalui konsep ini, pemerintah desa diharapkan lebih berperan aktif dalam peningkatan pelayanan penempatan dan perlindungan calon TKI/TKI," tuturnya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng pada kesempatan ini mengungkapkan tentang diperlukan sinergi dan kerja sama untuk mensukseskan Program Desmigratif. Untuk itu, BI siap mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berasal dari Program Desmigratif melalui sistem pembayaran dan pengembangan yang BI sediakan. "Kami siap mendukung Desmigratif melalui Less Cash Society, Perluasan Akses Keuangan dan Pengembangan UMKM," tandasnya.

Terkait Desmigratif, Kembaker sudah melakukan uji coba di Wonosobo, Jawa Tengah dan Indramayu, Jawa Barat. Karena itu, dalam tiga tahun ke depan diharapkan dapat dilaksanakan di 400 desa di seluruh wilayah Indonesia. (Ful)

krjogja.com

  • Bagikan :



  • Tambah Komentar :
    Komentar Anda :