Patani Rajut Potensi Desa di PALI

Kabar Desa | DiLihat : 663 | Selasa, 31 Januari 2017 10:34
Patani Rajut Potensi Desa di PALI

PALI, DetikSumsel- Pandu Tani Indonesia (PATANI) terus bergerak merealisasikan gerakan Merajut Potendi Desa (MPD). Kali ini, Patani bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pali dan Inkubator Bisnis STIM AMKOP Palembang dan Karang Taruna Sumsel menggelar Pelatihan perkoperasian dan Kewirausahaan bagi pelaku UKM Se-Kabupaten Pali di Gedung Orkes Komplek Pertamina, Talang Ubi, Pendopo Kabupaten Pali, Selasa (17/1).

Direktur Utama PATANI H Sarjan Tahir menerangkan, melalui gerakan ekonomi Indonesia, Sumsel bisa menjadi pilot projek dengan potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki, tidak terkecuali kabupaten PALI. “Untuk memunculkan kesejahteraan masyarakat tidak bisa sendirian tetapi dengan cara merangkul semua pihak bekerja sama membangun desa karena kemajuan kota berawal dari desa. Sebagai contoh hampir yang dikomsusi kota berasal dari desa," kata Sarjan.

Ia menyarankan, agar insvestor mau masuk Desa, maka kerja sama dengan masyarakat mutlak diperlukan. Karenanya, ia juga mengajak para pemuda untuk menjadikan profesi petani sebagai tujuan akhir karena petani sangat potensial dengan hasil yang menggiurkan.

Kacab PATANI Kabupaten Pali yang juga Wakil ketua DPRD Devi Harianto SH MH, menambahkan, PATANI sebagai organisasi bertekat untuk membantu mensejahterakan masyarakat, dengan cara membangun bangsa melalui desa. "Menjalankan program demi kabupaten Pali. Sehingga tercapai tujuan Pali cemerlang sumsel gemilang," tukasnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Pali, Robby Kurniawan S.STp Msi, masih banyak yang harus dilakukan dengan segala potensi yang dimiliki PALI, sehingga butuh komitmen yang kuat agar kabupaten Pali menjadi terdepan di Sumsel. Apalagi, 60 persen masyarakata Pali adalah petani.

"Petani masih menggunakan cara-cara tradisional, pemerintah merubah menjadi secara teknis. Sinergisitas dan membaur agar percepatan pembangunan. Konsen kita membanguan kota dari desa, desa adalah arwah, membangun mekanisme baru, untuk  percepatan kesejahteraan masyarakat," tandasnya. (Alx)

sumber : detiksumsel.com