Mentan: Tanpa Teknologi dan Inovasi, Mustahil Indonesia Bangkit!

Inovasi Desa | DiLihat : 388 | Jumat, 21 Juli 2017 13:32
Mentan: Tanpa Teknologi dan Inovasi, Mustahil Indonesia Bangkit!

BOGOR - Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen menerapkan teknologi dan inovasi terbaru di bidang pertanian guna menggenjot peningkatan produksi.


“Tanpa teknologi, tanpa inovasi, mustahil Indonesia bangkit,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pada seminar nasional ‘Peran Teknologi Agronomi dalam Mempercepat Penciptaan dan Hilirisasi Inovasi Pertanian’ yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) di Botani Square, Bogor, Jawa Barat, kemarin. 

Selain itu, penerapan teknologi dan inovasi terbaru di bidang pertanian juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan menekan biaya yang dikeluarkan petani. Menurut dia, untuk mengoptimalkan penerapan teknologi dan inovasi terbaru di bidang pertanian, langkah awal Kementan adalah merevisi regulasi pengadaan alat mesin pertanian (alsintan) melalui lelang e-katalog. 

“Untuk itu, kami siap menerapkan inovasi-inovasi dan teknologi pertanian terbaru,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, Amran terkesan dengan benih padi unggul hasil riset dari IPB yaitu IPB 3S, yang diklaim lebih produktif dari benih unggul Ciherang. 

“Kementan akan membeli benih unggul IPB 3S dan akan kami sebarkan ke petani di seluruh Indonesia,” katanya. Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Herry Suhardiyanto mengungkapkan, ada tiga hal terkait pembangunan pertanian. Ketiga hal itu yakni masalah inovasi, di mana usaha tani harus optimal, modern, dan terkonsolidasi. Untuk itu, dibutuhkan ketekunan dari hulu dan hilir melalui usaha yang komprehensif. 

Kedua, perhatian kepada potensi industri pengolahan produk pertanian dan ketiga kesejahteraan petani. “Inovasi sangat penting untuk digarap. Inovasi bisa dilakukan melalui varietas unggul, teknologi pascapanen, dan lainnya,” kata Herry. Dia juga mengapresiasi keinginan Mentan untuk membeli dan menerapkan inovasi terbaru benih padi IPB 3S kepada petani. 

Benih unggul IPB 3S lebih produktif dari Ciherang dan tahan hama wereng. “Produksi benih unggul IPB 3S antara 8-11 ton per hektare (ha). Bahkan, telah ditanam di Karawang dan mampu mencapai produksi 13,4 ton per ha,” ujar Herry. 

Ketua Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) Muhammad Syakir mengatakan, banyak anggota Peragi yang turut memberikan sumbangsih bagi pembangunan pertanian nasional. “Dengan demikian saya tegaskan Peragi mendukung penuh program Kementerian Pertanian. Peragi adalah pertanian modern Indonesia dan pertanian modern Indonesia adalah Peragi,” kata Syakir.

okezone.com