Mendag Angkat Suara soal Kenaikan Impor Sayur dan Bawang Putih

Ekonomi | DiLihat : 328 | Kamis, 20 Juli 2017 13:11
Mendag Angkat Suara soal Kenaikan Impor Sayur dan Bawang Putih

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan tajam pada impor sayuran dan bawang putih Indonesia dari negara lain, termasuk China. Nilai impor sayuran pada Juni ini sebesar US$ 127,93 juta dan bawang putih mencapai US$ 109,98 juta.

Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto  Lukita saat dikonfirmasi mengenai peningkatan nilai impor sayuran mengaku tidak tahu menahu. Dari hasil inventarisasinya, ia justru mengatakan nilai impor sayuran tidak setinggi yang ada di data BPS.

"Ada yang masuk dan ada yang tidak melalui kita (Kemendag) kalau kayak gitu. Saya sedang inventarisir datanya tidak sebesar itu," ujar dia saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (19/7/2017).

Saat dimintai penjelasan lebih lanjut terkait impor sayuran yang tidak melalui Kemendag, Enggar menduga hal lain. "Ya tidak tahu saya. Sekarang kan banyak (impor) yang berjalan sendiri," ucap Enggartiasto.

Ia meminta kepada importir untuk menghentikan impor sayuran yang memang dilarang masuk ke Indonesia, seperti wortel. "Sejauh ada produksinya (di dalam negeri), saya minta importir coret dengan sendirinya," kata dia.

"Saya ingin (produksi) apel bagus, tapi memang banyak impor. Jeruk asem pun diimpor, tapi jeruk manis tidak. Kalau success story wortel, kan tidak lagi diimpor," Enggartiasto menambahkan.

Sementara untuk impor bawang putih yang menanjak pada Juni dan sepanjang semester I 2017 ini, Enggartiasto tak membantahnya. Ia mengakui, produksi dalam negeri tak mampu memenuhi kebutuhan domestik.

"Bawang putih (impor) pasti banyak karena 95 persen impor bawang putih. Tidak mungkin (dalam negeri), tidak ada pilihan jadi harus impor. Makanya cabai kita tidak impor," tutur dia.

liputan6.com