DIY Ekspor 8 Produk Lokal, Bukti UMKM Bergeliat di Tengah Pandemi

Potensi Desa | DiLihat : 79 | Senin, 19 Oktober 2020 | 17:32
DIY Ekspor 8 Produk Lokal, Bukti UMKM Bergeliat di Tengah Pandemi

BANTUL – Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X bersama Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto melepas delapan kontainer pada agenda Pelepasan Konvoi Ekspor dari Yogyakarta ke Pasar Global, di halaman Grha Pradipta (Jogja Expo Center), Banguntapan, Bantul, Jumat (16/10).

Pada kesempatan tersebut turut hadir Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda DIY, Drs. Tri Saktiyana, MM, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Aris Riyanta, dan Kakanwil Bea Cukai DIY Hengky TP Aritonang. Delapan kontainer tersebut berisi produk-produk dari UMKM lokal DIY yang akan dieskpor ke luar negeri.

Membacakan sambutan Gubernur DIY, Sri Paduka mengatakan, “Prosesi Konvoi Ekspor dari Yogyakarta ke Pasar Global, merefleksikan harapan dan optimisme di tengah suasana pandemi dan himpitan resesi ekonomi. Konvoi ini juga menjadi representasi kolaborasi antara eksportir daerah, pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam upaya menyejahterakan negeri. Saya mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada 8 (delapan) eksportir yang berpartisipasi pada kegiatan kali ini,” jelas Sri Paduka.

Lebih lanjut, Sri Paduka berharap bahwa konvoi ekspor di masa mendatang akan lebih panjang dengan komoditas yang lebih beragam. “Momentum hari ini juga membuktikan, bahwa produk nonmigas Daerah Istimewa Yogyakarta telah siap berkompetisi dengan ikon-ikon global di ranah perdagangan internasional,” jelas Sri Paduka. Tak lupa, beliau juga menghaturkan terima kasih atas perkenan Menteri Perdagangan RI untuk hadir langsung di lokasi.

Sementara itu, Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto mengatakan bahwa neraca perdangan Indonesia dan dunia pada periode Januari sampai September mengalami surplus sebesar 13,5 miliar. “Pada kesempatan yang berbahagia ini saya melepas delapan kontainer di Yogyakarta senilai 90,6 miliar rupiah. Produk-produk yang dihasilkan eksportir Yogyakarta buatan dalam negeri terbukti berkualitas dan mampu menembus serta bersaing di pasar internasional,” jelansya.

Di samping itu, Menteri Agus menuturkan bahwa Kementerian Perdagangan siap memfasilitasi pelaku bisnis dalam meningkatkan ekspornya terutama mereka yang terkena dampak COVID-19 misalnya fokus pada produk ekspor dan negara tujuan ekspor, program pendidikan dan pelatihan ekspor Indonesia, penyediaan kredit melalui program nasional, serta peningkatan akses pasar.

Menteri Agus juga tak lupa menyampaikan terima kasih kepada pelaku UMKM Yogyakarta yang dinilai sebagai pahlawan devisa.

“Apa yang diperjuangkan Yogyakarta diharapkan dapat memotivasi eksportir lain seluruh Indonesia untuk dapat meningkatkan ekspor sehingga mampu mendorong peningkatan ekspor nonmigas di tengah masa sulit seperti saat ini. Semoga kita smeua dapat terus meningkatkan kinerja yang baik untuk melewati dan mendapatkan hasil yang lebih baik untuk menjaga dan memperbaiki Indonesia,” tutup Agus.

Sri Paduka saat dimintai keterangan mengatakan bahwa beliau sangat mengapresiasi agenda pelepasan delapan kontainer ekspor tersebut. “Ini menjadi sebuah tanda bahwa UMKM di tengah pandemi, harus tetap bisa menyesuaikan diri. Semoga bisa memotivasi pengusaha produk lokal yang lain untuk tetap berkarya meski di tengah pandemi. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri karena telah berkenan hadir hari ini,” tutur Sri Paduka.

Adapun terdapat tujuh perusahaan lokal yang barangnya diekspor dengan delapan kontainer kali ini yakni MD Craft, Jogja Gazebo, belindo,  aurum furniture & craft, Palemcraft, CV Jaroe Design, Out of Asia, dan Busana Remaja Agracipta. Beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor produk ini adalah Amerika Serikat, Jerman, dan Belgia.

Sebelum dilepas, kedelapan truk kontainer tersebut dipasangi gembok penguat oleh Wakil Gubernur DIY, Menteri Perdagangan, dan Wakil Menteri Perdagangan RI. Selanjuntya, agenda pelepasan delapan kontainer tersebut ditandai dengan flag off bendera yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan RI dan disaksikan oleh tamu hadirin.